Sabtu, 17 Desember 2011

Sekuntum Kembang di Padang Ilalang


Surat Cinta Untuk Putri Tercinta...
Sekuntum Kembang di Padang Ilalang
Ilalang yang terhampar
Desaui angin dan dengung kumbang-kumbang
Angin zaman memeng telah berubah arah
Sampai waktu milikmu akan tiba
Jangan pernah hilang wangimu tersia-sia

Hari ini.....,
Waktu telah mengantarmu pada kedewasaan yang begitu mempesona....,
Masa berganti rupa dan usia nampak dewasa....,
Tak terasa kau telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja...,
Di depan sana, gerbang dunia luar yang terbuka lebar-lebar  telah menyambutmu dengan segenap kegenitan serta gemerlap yang menggoda...,
Sungguh, melepaskanmu di  tengah masyarakat yang begitu awan terhadap Syari’at Islam, selalu membuatku bimbang...,

Menyadari bahwa taring-taring tajam kehidupan yang menganga itu selalu siap menerkammu, memaksaku untuk sekali lagi mengingatkanmu..,
Tapi kau pun harus tetap melangkah ke depan..,
Oleh sebab itu, dengarkan pesanku, wahai putriku tercinta...!
Perhatikanlah segala fenomena di sekelilingmu yang bisa membuatmu kalah oleh kehidupan, sudahkah kau menyadarinya...?

Media Amoral
Ketahuilah Putriku...!!
Kau sedang hidup pada sebuah zaman dimana waktu dan tempat yang seolah-olah telah menjadi sebuah dimensi yang serba mudah diakses...,
Tak ada yang tak diketahui oleh siapa pun tentang sesuatu yang terjadi di belahan bumi lain pada saat yang bersamaan..,
Berbagai macam kecanggihan teknologi telah memungkinkan siapa pun untuk menyampaikan apa yang diinginkannya pada orang lain..,
Termasuk fasilitas informasi serta telekomunikasi yang telah berkembang dengan sedemikian cepatnya..,
Maka  telephon genggam, televisi, radio, sampai dengan internet telah menjadi sarana yang umum di dalam menyebarkan informasi sekaligus propaganda..,
Arus informasi yang berasal dari segala mecam sumber dan kepentingan akan sangat mudah membentuk kepribadian serta pola pikirmu bila kau tak memiliki benteng yang kuat...,
Belum lagi dengan kemunculan media-media cetak tak bermoral yang semakin hari semakin mudah ditemukan di jalanan, majalah, surat kabar, tabloit, sampai dengan komik dan novel berjejer manis yang Cuma berisikan cerita-cerita hasutan bagi jiwa serta impian semu, dan itu sangat mudah kau dapatkan di setiap tempat..,
Akhirnya, kenyataan itu hanya semakin menambah runyamnya wajah duniamu saat ini..,
Kau pun juga harus mengerti bahwa masyarakat yang ada di sekitarmu adalah sekumpulan orang-orang yang sakit..., Masyarakat yang tampak baik-baik saja itu sebenarnya adalah sebuah bangunan rapuh yang bisa dihempaskan dengan mudah kapan saja, bahkan oleh tiupan angin yang lembut sekalipun...,
Ketika tayangan-tayangan televisi serta film-film barat yang sekuler telah menjadi tontonan wajib sekaligus “trade mark” bagi identitas generasi masa kini, dan tokoh panutan para remaja adalah para bintang film, artis, serta olah ragawan yang nota bene merupakan orang-orang yang mungkin belum pernah bisa merasakan makna hidup yang sejati...,
Maka perlahan namun pasti, sebuah peradaban telah bergeser..,
Nilai- nilai kehidupan, etika religius serta pola pikir yang sehat sedang terancam keberadaannya untuk kemudian digantikan oleh sebuah tatanan serta nilai-nilai baru yang –ironisnya- merupakan “produk gagal” di negara asalnya...,
Ya..., paham-paham sekulerisme, hedonisme, materialisme, sera free sex sesungguhnys meupakan produk sampah dari sebuah peradaban yang mengaku modern...,
Besarnya angka kriminalitas, semakin tingginya tingkat depresi serta kersahan yang tak tersembuhkan di kalangan masyarakat barat adalah bukti-buktinyata sekaligus efek langsung dari penerapan semua paham-paham tersebut..,
Dan ketika menyadari bahwa tatanan itu telah gagal, maka mereka malah justru mencari pasar baru bagi ide-ide sampah tersebut agar laju roda perekonomian serta rencana besar yang sedang mereka susun tetap berjalan sesuai dengan rencana..,
Maka.., itulah yang sedang kita lihat dan saksikan di sekeliling kita saat ini...,
Wajah barat yang sedang ditiru habis-habisan oleh sebagian besar anak muda. Citra maju dan modern sepertinya cukup menarik para remaja itu....,
Parahnya.., melalui media yang semakin beragam dan canggih, segala macam bentuk kegagalan trsebut bisa tersaji secara apik, indah dan sangat menggiurkan bagi para pemirsanya.., tentu saja semua itu memang telah direncanakan secara matang oleh musuh-musuh Allah Ta’ala dalam upaya abadinya merongrong umat Islam dari dalam, mengeai hal ini, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah mengingatkan kita ;
( لتتبعن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا جحر ضب تبعتموهم ) . قلنا يا رسول الله اليهود والنصارى ؟ قال ( فمن )
“Sungguh kalian akan mengikuti tradisi dan budaya umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkalm dan sehasta demi sehasta,  hingga jikalau mereka ke dalam liang binatang dhab, maka kalian akan mengikutinya..!!” kami bertanya, “wahai Rasulullah..! Apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani,,? Beliau bersabda “Siapa lagi..?”
[HR. Al-Bukhari, no. 22/298]

Putriku tercinta....!
Jangan kau sia-siakan waktu senggangmu dengan nongkrong di depan TV atau melakukan kegiatan yang tidak mendatangkan keuntungan duniawi maupun akhirat..,
Gunakan waktumu untuk belajar, meperdalam ilmu Agama, membaca, menulis atau kegiatan bermanfaat lainnya...,

Emansipasi Salah Kaprah
Putriku tercinta...!
Musuh-musuh Islam itu tak pernah sedikitpun beristirahat untuk memikirkan cara-cara agar Agama Islam serta ummatnya semakin terpuruk dari zaman ke zaman.., mereka tidak pernah menyia-nyiakan kelengahan serta kebodohan yang melanda hampir seluruh Masyarakat Muslim...,
Secara perlahan namun pasti, mereka dengan licik telah menggunakan cara-cara yang sangat orientatif untuk bisa mempengaruhi proses keberlangsungan pendidikan serta pengajaran di kalangan wanita Muslim...,
Secara halus mereka meniupkan angin surga emansipasi di kalangan kaummu..., para wanita.., padahal di balik itu semua, rencana besar mereka adalah hendak menggiring  kaum wanita itu ke lembah penindasan serta menjebloskannya ke dalam jurang yang menyesatkan..,
Tahukah kau putriku...?,
bahwa emansipasi sebenarnya diawali dengan tuntutan para wanita di Eropa akan persamaan gaji serta jam kerja antara kaum wanita dan lelaki yang sama-sama bekerja pada satu perusahaan..
wacana yang mulai santer bersamaan dengan berdirinya gerakan wanita di Eropa itu akhirnya meluas dan merambat ke bidang-bidang lain yang secara spontanitas atau memang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.., lalu lebih jauh, tuntutan atas persamaan hak tersebut telah bergeser menjadi tuntutan atas perusakan hak dari kaum lelaki.., misalnya, pada mulanya kaum wanita menuntut hak untuk bebas memilih pasangan hidupnya.., seperti yang berlaku atas kaum lelaki.., namun kemudian hak tersebut bergeser menjadi kebebasan untuk menyerahkan dirinya kepada siapa saja yang mereka kehendaki..,
maka dari itu selalu berhati-hatilah dengan apa saja yang hendak engkau perbuat, terlebih dengan masalah yang satu ini..., sebab Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semya akan dimintai pertanggung jawabannya” [Al-Isra’: 36]
Maka  sudah menjadi pemandangan yang sangat umum di sekelilingmu bila pada malam hari, masih banyak para wanita yang berkeliaran sendirian atau berkelompok, mereka sedang berangkat maupun pulang dari tempat kerja, lalu para buruh dan pekerja wanita yang telah terbiasa mengerjakan pekerjaan laki-laki di setiap sudut pabrik..., sungguh...!!, jelas bukan begitu cara memaknai posisi wanita yang sebenarnya dalam sebuah posisi yang terhormat..,
Masih ingatkah engkau dengan kisah Khodijah Radhiyallahu ‘anha dan kisah ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha..?
Keduanya termasuk wanita yang sesungguhnya pantas menyandang gelar sebagai wanita sukses..., bahkan dengan keharumannya, sampai  saat ini pun setiap zaman masih ikut merasakan pesona abadi serta aroma wangi dari sebuah kualitas sejati wanita Muslimah..,
Lalu masihkah kau ingin mencari teladan-teladan lain yang jelas-jelas kedudukannya jauh berada di bawah kedua wanita mulia itu..?
Sungguh Khadijah Radhiyallahu ‘anha sang First Lady itu adalah seorang wanita karier sekaligus istri tersukses yang seharusnya menjadi teladan bagi siapa pun juga..., kekokohan, kekuatan, kedermawanan, serta keberhasilan dalam bisnis perdagangan telah terbukti.., diiringi pula kesuksesannya dalam mendampingi sang suami yang menjadi sang pemimpin ummat.., sebuah prestasi tak tertandingi oleh wanita lain di zaman mana pun..., ataukah kau  tak ingin seperti ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha yang sukses menjadi pendidik sekaligus pemberi teladan pada kaumnya pada saat dan setelah suaminya meninggalkannya..?
Sang Humaira yang selalu cekatan dalam membant tugas sang suami, siaga dan lincah dalam mendukung program-program suami sekaligus seorang Nabi dan Presiden tanpa pernah meninggalkan fungsi sejati seorang istri..?
Keduanya termasuk wanita karier sejati, wahai putriku...! keduanya termasuk pahlawan dan penegak kehormatan sejati bagi kaumnya...,  keduanya pula yang selalu menempatkan posisi kaum wanita pada tingkat tertinggi tanpa pernah mengurangi sedikitpun derajat dan kehormatannya..,
Maka dengarlah wahai putriku..! janganlah pernah sekali-kali kau tergoda oleh hembusan emansipasi yang selalu gencar disampaikan oleh orang-orang di sekitarmu.., karena sesungguhnya tujuan utama dari jargon itu bukanlah untuk menyelamatkan atau pun membebaskanmu dari jerat tali penindasan melainkan justru untuk menghancurkan dirimu dan Agamamu dari dalam..,

Ikhtilath Tanpa Batas
Putriku sayang..!!
Tak bisa disangkal lagi bahwa saat ini sulit sekali menumukan tempat yang bebas dari bercampur baurnya antara dua jenis manuia yang berbeda..., ikhtilath yang terjadi di segenap apek kehidupan telah berlangsung pada tingkat yang sulit untuk dirubah.., dari ruang-ruang sekolah, kampus, perkantoran, pabrik bahkan sampai pada tempat sarana umum serta transportasi pun tak lepas dari budaya itu.., kondisi masyarakat yang apatis serta awam teradap ilmu Agama, ditambah lagi dengan kuatnya pengaruh budaya western yang tak pernah selesai membawa angin budayanya seakan telah menjadi  mode baru yang wajib ditiru, sekaligus menjadi legitimasi bagi tradisi yang menyesatkan tersebut..,
Di satu sisi, tak dipungkiri pula bahwa masih banyak orang-orang pintar di belakang pembuatan kebijakan itu yang memandang bahwa kumpul-kumpul seperti itu merupakan sarana bagi terwujudnya sebuah hubungan yang bersih antara dua jenis yang mana akan mampu menjadi penjernih naluri antara keduanya..., meski sesungguhnya sudah sangat jelas terlihat akibat-akibat dari budaya pergulan bebas tersebut.., yang tentu saja bisa dijadikan pelajaran oleh siapa pun juga yang mau sadar dan mengerti tentang bahaya ikhtilath.
Banyak sudah hasil penelitian, baik di dalam maupun di luar negeri yang memaparkan betapa tragis dan mengerikannya kondisi masyarakat yang diakibatkan oleh pergaulan bebas.., institusi-institusi pendidikan, perkantoran, ataupun yang lainnya telah menjadi ladang yang sangat subur bagi terus tumbuh dan berkembangnya paham yang sangat berbahaya ini.., karena pada kenyataannya ikhtilath atau percampuran bebas antara dua jenis ini merupakan unsur paling menentukan untuk terjadinya maslah-masalah seksualitas, penderitaan psikologis, serta rangsangan naluri..., dan di sisi lain hal-hal semacam ini sama sekali belum dan tidak akan pernah terbukti mampu menjernihkan naluri seperti apologi dari beberapa orang pintar tadi..,
Kemudian muncullah akibat-akibat lanjutan dari kondisi yang megenaskan tadi, di tengah-tengah masyarakat yang bingung.., maraknya realitas kehamilan di luar nikah, aborsi, pemerkosaan, bahkan sampai dengan kasus-kasus bunuh diri serta pembunuhan yang tidak jarang dilatar belakangi oleh kondisi pergaulan yang sangat bebas itu..., tatanan masyarakat yang porak poranda, etika moral yang tercabik-cabik serta rasa malu yang sudah terangkat benar-benar telah memunculkan kekhawatiran yang dalam akan masa depan sebuah kehidupan..,
Padahal.., andai saja kaum Muslimin benar-benar setia dan istiqamah dalam memegang teguh konsep Islam secara benar dan kaffah, maka sudah barang tentu pengaruh-pengaruh ideologi itu tidak akan masuk apalagi sampai merasuk dan merusak ke dalam jiwa, akal dan pikiran mereka,
Di sisi lain kaum Muslimin semestinya juga harus kukuh dalam menghadapi segala tipu daya kaum non Muslim yang memang tak akan pernah berhenti sebelum tercapai tujuan mereka.., bahkan Allah Ta’ala sendiri telah memberikan jaminan-Nya atas kemenangan AgamaNya dari tipu daya mereka.., dengan syarat bahwa kaum Muslimin harus tetap istiqamah dalam menjunjung tinggi sikap sabar dan taqwa.., Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا
“jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu” 
 [Ali Imran: 120]
Demikian mudah-mudahan bermanfaat

Ditulis ulang oleh Bapak’e Hanifah Al-Bantuliy
Pada tanggal 21 Muharram 1433 / 17 Desember 2011
Di Cileungsi, Bogor
Tulisan diambil dari Buku yang berjudul “Sebab... Mekarmu Hanya Sekali Surat Cinta Untuk Putri Tercinta” oleh Haikal Hira Habibillah terbitan Yayasan Al-Sofwa Jakarta

8 tanggapan:

Ridhwaa Dallaal Arroyyaa mengatakan...

semoga ini jadi renungan yg bermanfaat

Abu Hanifah Alim Al-Bantuliy mengatakan...

@Ridhwaa Dallaal Arroyya
إن شاءالله
semoga demikian

أبو فجر خسين mengatakan...

numpang singgah

Abu Hanifah Alim Al-Bantuliy mengatakan...

@أبو فجر خسين
silahkan...
بارك الله فيك

Anonim mengatakan...

assalamu`alaykum. ijin share sana sini ya mas

Abu Hanifah Alim Al-Bantuliy mengatakan...

@Anonim
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
monggo mas anonim silahkan saja
جزاك الله خيزا
بارك الله فيك

Artdha Dallaal mengatakan...

ijin copas tadz

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@Artdha Dallaal
tafadhdhal akhi
semoga bermanfa'at
jazakallahu khairan wa barakallahu fik

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih