Kamis, 27 September 2012

Carger Iman

Carger Iman
 

Sesuatu yang paling berharga bagi seorang hamba adalah iman yang ada di dalam dadanya..
Bagaimana tidak..?
Karena iman lah seseorang akan diselamatkan dari kekalnya dalam api neraka..
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:
" يخرج من النار من كان فى قلبه مثقال ذرة من الإيمان "
“Akan dikeluarkan dari api neraka orang yang di dalam hatinya (jantungnya) seberat biji dzarrah dari keimanan”
Seseorang akan diselamatkan dari api neraka walaupun hanya memiliki iman setimbang biji dzarrah..

Namun permasalahan yang akan kita bahas kali ini adalah... bagaimana seharusnya usaha kita untuk mempertebal keimanan yang ada di dalam hati (jantung) kita.. jangan sampai berkurang atau bahkan hilang.. na’udzubillahi min dzalik..

Karena iman sifatnya adalah fluktuafif, bisa bertambah dan bisa berkurang..
Bertambah karena melaksanakan keta’ataan, dan berkurang karena melakukan perbuatan maksiat..,
Inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.. sebagaimana definisi yang telah dikemukakan oleh Para Ulama’ :
الإيمان قول وعمل ونية يزيد وينقص يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية


“Iman itu mencakup perkataan dan perbuatan serta niat, bertambah dan berkurang, bertambah karena melaksanakan amalan keta’atan, dan berkurang karena melakukan perbuatan kemaksiatan”

Maka dari itu hendaknya setiap kita selalu memperhatikan amal yang kita kerjakan dalam keseharian kita, agar jangan sampai kita terjerumus ke dalam perbuatan maksiat yang mengakibatkan berkurangnya iman kita..
Walaupun memang...
kita seibagai manusia tidak akan mungkin terlepas atau luput dari yang namanya salah dan dosa..
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
" كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ "
“Setiap anak cucu Adam pasti akan berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang selalu bertaubat”
Setiap kita pasti berbuat salah entah kecil atau besar, dan kewajiban kita adalah untuk selalu memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى , agar hati (jantung) kita kembali bersih, jangan sampai kita membiarkan dosa bertumpuk-tumpuk sehingga mengakibatkan hati kita menjadi hitam dan mengeras..
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
إن العبد إذا أذنب ذنباً نكت في قلبه نكتة سوداء، فإن تاب ونزع صقل قلبه، وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه

فذلك الران الذي قال الله تعالى فيه { كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } [المطففين:14]

“Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat suatu dosa, maka akan ditulis satu titik noda di dalam hatinya (jantungnya) maka apabila ia bertaubat maka akan besih kembali hatinya (jantungnya), namun jika ia mengulangi kembali perbuatan dosanya tersebut maka akan ditulis kembali noda tersebut sampai menutupi hatinya, itulah Ar-Raan yang difirmankan Allah {Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka lakukan itu telah menutupi hati mereka} [Al-Muthaffifin:14]”

Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada para hamba-Nya untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah سبحانه وتعالى , seperti dalam firman-Nya :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung” (An-Nur:31)
Dan juga Firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha (sesungguhnya)” (At-Tahrim:8)

Untuk itu marilah kita berusaha memupuk keimanan kita dengan memperbanyak amal keta’atan, setiap kali kita berbuat kesalahan hendaknya kita segera ingat kepada Allah سبحانه وتعالى , memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya, dan segera menggantikannya dengan amal sholih agar keimanan kita kembali bertambah.

Demikian apa yang bisa saya sampaikan.. walaupun singkat mudah-mudahan ada manfa’atnya.. biar nggak kedawan tulisan..
Dan lagi kalo panjang-panjang saya khawatir ntar malah ga dibaca.. e..
Kan sayang to...? udah nulis panjang-panjang tapi malah ra diwoco...
Hwehehehehe...
Tapi bagi saya tidak masalah.. mau dibaca atau tidak..? yo terserah sing arep mbaca lah..
Semua yang benar daatangnya dari Allah سبحانه وتعالى , dan yang keliru datangnya dari saya dan syaithan..
Terima kasih atas kesediaan antum untuk membacanya..
شكرا
جزاكم الله خيرا
بارك الله فيكم
Dari saudara antum yang mencintai antum karena Allah
Abu Hanifah Al-Bantuliy

3 tanggapan:

tensile strength mengatakan...

bagus banget gan artikelnya 0-0p, kekuatan iman ane jg suka fluktuatif

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@tensile strength
sama gan setiap kita pasti memiliki iman yang selalu pasang surut, pakai pandai-pandailah kita menjaganya.
trima kasih gan atas kunjungannya..
barakallahu fik

herizal alwi mengatakan...

Mantap..........

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih