Selasa, 24 Desember 2013

Menghina tanpa sadar di balik Nasehat

"..Menghina tanpa sadar di balik Nasehat.."
Mungkin di antara antum ada yang bingung dengan judul yang saya buat..


Saya maklumi..
Wong saya sendiri saja sampai bingung kok.. mau ngasih judul apa..,

Yo wis dari pada bingung-bingung saya kasih judul saja:
"..Menghina tanpa sadar di balik Nasehat.."

Maksudnya apa to..?

Oke lah kalo begitu..
Langsung saja..

Siapa di antara kita yang tidak pernah melakukan kesalahan.. ya.. ikhwan..?

Semua kita pasti pernah dan akan selalu berbuat salah.., sebagaimana sabda Nabi
-صلى الله عليه وسلم-

كل بني آدم خطاء، وخير الخطائين التوابون


"..setiap anak cucu Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.."
(..hadits riwayat Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan juga Al-Hakim..)

Dan ketika kita melihat saudara kita yang melakukan kesalahan tentunya dalam hati ini akan muncul keinginan untuk memberi nasehat..,
Mengingatkan atas kesalahan yang diperbuatnya..,
Sebagai bukti rasa cinta terhadap saudara kita tersebut..,

Lain halnya jika seseorang tidak lagi memiliki rasa cinta kepada saudaranya tentu akan bersikap masa bodoh terhadap kesalahan yang dilakukannya.., mau salah mau kaga bodo amat.., itulah diantara sikap jika seseorang tidak memiliki rasa cinta kepada saudaranya..,

Wallahu a'lam..

Kemudian ya ikhwan..

Ketika kita ingin memberi nasehat kepada saudara kita.., tentunya ada adab-adab yang harus diketahui..,

Jangan sampai karena alih-alih ingin memberi nasehat justru malah menghinakannya atau menjatuhkan kehormatannya tanpa kita sadari..,

Kok bisa begitu..?

Na'am..
bisa saja itu terjadi..
Jika kita tidak mengerti begaimana cara memberi nasehat dengan baik..,

Thoyib..,

Perlu kita ketahui bahwa pada dasarnya hati manusia itu bisa menerima nasehat..,

Namun realitanya kenapa ada orang yang ketika dinasehati justru malah marah dan tidak terima..?

Nah.. inilah yang perlu kita ketahui..,
Kenapa kok seseorang menjadi tidak mau dikasih nasehat..?

Ada banyak faktor kenapa kok seseorang sulit menerima nasehat..,
Di antaranya mungkin karena sifat egois yang terlalu dominan sehingga sulit diberi nasehat..,
Atau mungkin karena waktu dan situasi yang tidak mendukung..,
Atau mungkin juga cara menyampaikan nasehat yang kurang tepat..,
Dan masih banyak lagi sebab-sebab lainnya..,

Jadi bukan karena hatinya tidak mau menerima nasehat.., akan tetapi ada faktor lain yang menyebabkan seseorang sulit menerima nasehat..

Dan pada kesempatan kali ini saya hanya ingin mengulas salah satu perkara yang menyebabkan seseorang tidak mau mendengarkan nasehat..,

Apa itu..?

Yaitu memberi nasehat di depan umum..

Perlu kita fahami dan harus selalu kita ingat bahwa memberi nasehat di depan umum itu termasuk nasehat yang tidak bagus..

Kok bisa..?

Na'am..
Karena memberi nasehat di depan umum itu sama saja membeberkan kesalahan seseorang di hadapan orang banyak..
Yang sebelumnya orang lain tidak tahu akhirnya diketahui oleh banyak orang..
Padahal seharusnya kesalahan tersebut hanya diketahui oleh orang yang ingin memberi nasehat saja yang kemudian disampaikan kepada orang yang akan dinasehati secara rahasia atau empat mata saja dengan harapan agar yang melakukan kesalahan sadar akan kekeliruannya..,
Bukan malah dibeberkan di muka publik.., ini merupakan sebuah kesalahan yang hendaknya kita hindari..,

Saya yakin semua orang jika di nasehati di muka publik akan merasa gerah dan tidak senang..,
Dia merasa harga dirinya jatuh sa'at itu..,

Coba bayangkan jika kita dinasehati seseorang di hadapan orang banyak..?
Bagaimana perasaan kita..?
Tentu kita akan merasa malu..,

Jangankan kita ya.. ikhwan...

Sekaliber Imam Besar.. Imam Madzhab yaitu Al-Imam Asy-Syafi'i
-رحمه الله تعالى-
saja jika diberi nasehat di hadapan jama'ah Beliau tidak suka..

Mari kita perhatikan perkataan Beliau:

تغمدني بنصحك في انفرادي.. وجنبني النصيحة في الجماعة.. فإن النصح بين الناس نوع من التوبيخ لا أرضى استماعه.. وإن خلفتني وعصيت قولي فلا تجزع

إذا لم تعط طاعة
..

"..tutupilah kesalahanku dengan nasehatmu ketika aku sendirian.. dan hindari memberi nasehat kepadaku di hadapan jama'ah.. karena memberi nasehat di hadapan manusia itu bagian dari menjelek-jelakkan.. maku aku tidak suka mendengarnya.. jika engkau menyalahiku dan tidak mengikuti ucapanku maka jangan kaget jika nasehatmu tidak dita'ati.."

Demikianlah di antara adab yang harus kita perhatikan ketika memberi nasehat..
Karena memberi nasehat dengan cara rahasia itu merupakan petunjuk Nabi..

Rasulullah
-صلى الله عليه وسلم-
bersabda:

من أراد أن ينصح لسلطان بأمر فلا يبد له علانية.. ولكن ليأخذ بيده فيخلو به.. فإن قبل منه فذاك.. وإلا كان قد أدى الذي عليه له..


"..barang siapa yang ingin memberi nasehat kepada penguasa janganlah ia tampakkan secara terang-terangan.., akan tetapi hendaknya ia pegang tangannya kemudian menyendiri dengannya.., apabila nasehatnya diterima maka itu yang terbaik.., namun jika nasehatnya tidak diterima maka ia telah menunaikan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya.."
Hadits riwayat Al-Hakim..

Begitulah hendaknya yang seharusnya kita lakukan ketika memberi nasehat kepada saudara kita yang berbuat salah..

Lalu bagaimana kita mempraktekkannya di dunia mayat seperti fesbuk misalnya..?

Terkadang memang ketika kita berinteraksi di dunia blogger atau fesbuk kita pun tidak akan bisa lepas dari yang namanya salah..
Siapa pun dia..
Bahkan seorang Ustadz pun bisa saja suatu sa'at melakukan kesalahan..

Apakah ketika membuat status atau memposting sesuatu atau mungkin ketika memberikan komentar..,

Oleh karena itulah kewajiban kita untuk saling mengingatkan dan saling menasehati ketika melihat saudara kita berbuat kesalahan..,

Dan sebagaimana yang sudah kita bahas.., ketika memberi nasehat hendaknya kita lakukan dengan cara rahasia..

Karena sering kali hal ini diabaikan oleh sebagian saudara-saudara kita..

Ketika saudaranya salah.. langsung dikritik habis-habisan..,
Ini jelas kurang sesuai petunjuk Nabi di dalam memberikan nasehat..,

Maka dari itu jika kita mendapati saudara kita keliru apakah ketika membuat status atau ketika berkomentar.., maka janganlah langsung kita bantah di forum tersebut..,

Hendaknya memberikan nasehat melalui e-mail atau inbox saja..,
Dan ini cara yang lebih sopan dari pada kita tegur langsung secara terang-terangan di dalam forum tersebut.., hal ini untuk menghindari perdebatan secara terbuka.., dan juga dalam rangka menjaga kehormatannya.., jangan sampai saudara kita merasa direndahkan di hadapan umum..,

Demikan ikhwan sekalian apa yang bisa saya tulis..,
Semoga yang sedikit ini bermanfaat..,
Mari kita saling cinta mencintai dengan saling memberikan nasehat dengan cara yang baik.., dan jangan merendahkan kehormatan saudara kita di hadapan orang banyak walaupun dengan alasan ingin memberikan nasehat..,
Wallahu a'lam..

Cileungsi, Senin, 5 Safar 1435 H, 08:30 WIBogor
Akhukum fillah..
Bapak'e Hanifah mBantul
artikel sebelumnya pernah diposting di sini

2 tanggapan:

Taufiq Hidayah mengatakan...

bismillah..
bagimana menasehati org lewat status facebook ??
bisakah ustad menuliskan contohnya?? afwan ustad ana seringkali membuat status tentang agama........
barakallahu fiikum

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@Akhi Taufiq Hidayat
Kalau nasehat seperti yang antum maksud tidak masalah..
bahkan justru sangat dianjurkan..
karena dalam rangka saling mengingatkan dalam kebaikan..

adapun nasehat yang saya maksud adalah nasehat ketika menegur seseorang yang melakukan kesalahan..
sehingga dalam hal ini hendaknya seseorang menasehatinya dengan cara rahasia..
karena nasehat secara rahasia akan lebih mudah diterima insya Allah dari pada mwnasehaiti di depan umum
wallahu a'lam..

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih