Masih SoalRokok... telah sepakat Para Ulama' bahwa Rokok adalah Haram hukumnya.. yang kurang setuju..jangan mecucu dulu...ya.. niiih.. Dalilnya.. nih.. silahkan dibaca dulu ya.. jangan gusar dulu..
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ "maka hendaknya kalian bertanyalah kepada ahludz-dzikri (ahlinya) jika kalian tidak tau.."
dan yang ahli tentang masalah Rokok adalah para ilmuan di bidang kesehatan dan para Dokter.. makannya kita perlu bertanya kepada Dokter.. biar jelas.. tentang apa sebenarnya Rokok dan bahayanya..
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Di tangan-Nya lah hidayah dan petunjuk. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Beberapa waktu yang lalu kita disuguhkan dengan berita dari media mengenai permasalahan rebounding. Suatu saat seorang wanita menanyakan kepada ayahnya mengenai hukum rebounding. Ayahnya pun yang sudah masyhur sebagai ulama di negeri ini mengiyakan bolehnya rebounding. Namun, bagaimana hukum rebounding sebenarnya? Semoga bermanfaat pembahasan ringkas berikut ini.
Termasuk sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah bersiwak. Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putihnya gigi, menghilangkan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mendapatkan keridhoan dari Allah U. Sebagaimana sabda Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
Kelainan terbanyak pada organ reproduksi wanita penyebab infertilitas adalah endometriosis dan infeksi panggul, sedangkan kelainan lainnya yang lebih jarang kejadiannya adalah mioma uteri, polip, kista, dan saluran telur tersumbat (bisa satu atau dua yang tersumbat). Penyakit Penyebab Infertilitas pada Wanita
Tidak lengkap rasanya sebuah keluarga tanpa kehadiran seorang anak. Celoteh, tangis, kemanjaan, dan kerewelan seorang anak bahkan adalah lantunan kehidupan yang mampu menggelorakan cinta dan semangat hidup kedua orangtuanya. Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan? Apalagi bila buah hati yang dinanti adalah generasi yang diharapkan kelak bisa dididik menjadi seorang hamba Allah yang shalih.
Cantik adalah tubuh langsing! Inilah paradigma yang terjadi tidak hanya pada sebagian besar wanita, namun juga laki-laki. Oleh karenanya banyak wanita –baik dengan keinginannya sendiri maupun karena permintaan laki-laki yang dicintainya- menjalani diet untuk mendapatkan postur tubuh yang dianggap ideal. Mengurangi jumlah makanan, obat pelangsing, sedot lemak semuanya dilakukan. Sampai sebagian mereka berkata, “beautiful is pain.”
Kesehatan saat menjalankan ibadah puasa merupakan anugerah yang tak terkira nilainya. Betapa banyak ibadah dengan janji pahala berlipat ganda yang bisa kita lakukan jika kondisi tubuh kita prima. Namun bagaimana jika penyakit bertandang dan tubuh kita dalam kondisi sebaliknya?
Sungguh sangat memprihatinkan, pemandangan sejumlah kaum muslimin yang asyik menyulut rokok di serambi masjid. Padahal, biasanya hal-hal yang berbau asap, hanya di jumpai di tempat-tempat kotor (pembuangan sampah) dan polusi, seperti di terminal, jalanan atau tempat lainnya yang sejenis.
Bahkan orang-orang yang telah ditokohkan oleh masyarakat tidak lepas dari kebiasaan “membakar diri” ini. Tidak mengherankan bila rokok menjadi sesuatu yang gampang dicari, barangnya maupun penggemarnya. Bahkan kegemaran merokok ini pun terbawa saat menunaikan ibadah haji, sehingga menjadi melekat pada jama’ah haji Indonesia.
Penyusun: Ummu Hajar
Saudariku, tahukah kalian bahwa penyakit itu ada dua macam, penyakit hati dan penyakit jasmani? Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an. Klasifikasi jenis penyakit ini mengandung hikmah ilahi dan kemukjizatan yang hanya bisa dicapai oleh kalangan medis di pertengahan abad ke-18. Sesungguhnya iman kepada Allah dan para Rasul, yaitu aqidah yang tertanam dalam hati, merupakan solusi pengobatan yang terpenting bagi hati, yakni bagi penyakit jiwa. Sedangkan untuk penyakit jasmani, kita bisa menengok metode pengobatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Apakah anda termasuk penggemar rokok? Baiklah, sebelum anda merogoh saku anda dan mengambil uang untuk membeli rokok marilah kita berbicara barang sejenak dengan akal yang jernih dan pikiran yang tenang mengenai hal ini. Jangan sampai anda melakukan sesuatu yang justru membahayakan diri anda dan juga orang-orang di sekitar anda.
Berbicara soal rokok, ada beberapa hal yang perlu kita pikirkan:
Pertama: Merokok itu tidak penting
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Salah satu tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak penting baginya." (HR. Tirmidzi [2239] dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, disahihkan al-Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan at-Tirmidzi [2317] as-Syamilah). Syaikh as-Sa'di rahimahullah mengatakan, "Kesimpulan tersirat dari hadits ini adalah orang yang tidak meninggalkan perkara yang tidak penting baginya adalah orang yang jelek keislamannya." (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 116).
Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri rahimahullah, beliau mengatakan, "Salah satu tanda Allah telah berpaling meninggalkan seorang hamba adalah ketika Allah menjadikan dia sibuk dalam hal-hal yang tidak penting baginya." (ad-Durrah as-Salafiyah, hal. 115).
Menjaga kesehatan merupakan perkara penting bagi setiap muslim. Orang yang dengan sengaja merusak kesehatannya telah melakukan sesuatu yang tidak penting dan bahkan menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan. Padahal, Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (Qs. al-Baqarah: 195)
Di sisi lain, orang yang merusak kesehatannya sendiri, maka dia telah menyia-nyiakan nikmat yang Allah berikan kepadanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada dua buah nikmat yang banyak manusia rugi karena tidak bisa menggunakannya yaitu; kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma). Hadits ini menunjukkan bahwa kesehatan merupakan nikmat dari Allah, oleh sebab itu kita harus mensyukuri nikmat tersebut.
Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan janganlah kalian kufur." (Qs. al-Baqarah: 152). Syukur adalah mengakui dengan hati kita bahwa nikmat tersebut berasal dari Allah, memuji Allah dengan lisan, kemudian menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan, bukan untuk kemaksiatan. Apakah merokok termasuk maksiat, nanti akan kita bicarakan! Yang jelas semua orang -yang masih sehat akalnya- bahkan para dokter dan pemerintah sekalipun mengakui bahwa merokok merugikan kesehatan.
Kedua: Merokok menyia-nyiakan harta
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Allah membenci untuk kalian; menyebarkan berita yang tidak jelas, terlalu banyak bertanya yang tidak perlu, dan menyia-nyiakan harta." (HR. Muslim [3236] dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu as-Syamilah). Yang dimaksud menyia-nyiakan harta adalah menggunakan harta untuk keperluan yang tidak dibenarkan oleh syari'at, demikian keterangan an-Nawawi rahimahullah (Syarh Muslim [6/144] as-Syamilah).
Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang-orang yang melakukan tabdzir itu adalah saudara-saudara syaitan, sedangkan syaitan adalah makhluk yang senantiasa kufur kepada Rabbnya." (Qs. al-Israa' : 27). Ibnu Mas'ud radhiyallahu'anhu mengatakan, "Tabdzir adalah membelanjakan harta bukan dalam perkara yang haq." Ibnu Abbas juga mengatakan demikian. Qatadah mengatakan, "Tabdzir adalah membelanjakan harta untuk bermaksiat kepada Allah ta'ala, untuk keperluan yang tidak benar atau untuk mendatangkan kerusakan." (Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, 5/53)
Keterangan di atas menunjukkan bahwa orang yang membelanjakan hartanya untuk keperluan yang sia-sia, menimbulkan kerusakan, atau dalam rangka bermaksiat pada hakikatnya sedang menjalin ukhuwah syaithaniyah. Padahal kita semua tahu bahwa syaitan adalah musuh kita, lalu bagaimana mungkin kita menjadikannya sebagai saudara? Allah ta'ala berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya syaitan adalah musuh kalian maka jadikanlah dia sebagai musuh. Sesungguhnya dia hanya mengajak kaum pengikutnya agar mereka menjadi penghuni-penghuni neraka." (Qs. Fathir: 6)
Belum lagi kalau kita perhatikan di antara sekian banyak kasus kebakaran ternyata sumbernya adalah puntung rokok dari 'saudara syaitan' yang tidak bertanggung jawab! Sungguh bijak para pengelola POM bensin, pemilik Rumah Sakit, dan takmir masjid yang dengan terus terang mengatakan kepada para pengunjung bahwa merokok itu dilarang, dan tidak ada seorang pegunjung pun yang memprotes mereka! Karena mereka sama-sama sepakat bahwa api rokok adalah sumber kebinasaan!
Ketiga: Bau menjijikkan dan asap yang mengganggu kesehatan
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seorang muslim yang baik adalah orang yang membuat kaum muslimin yang lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah." (HR. Bukhari [10] dari Abdullah bin Amr radhiyallahu'anhuma).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga dia mencintai bagi saudaranya (atau beliau mengatakan; tetangganya) sebagaimana yang dicintainya bagi dirinya sendiri." (HR. Bukhari [13] dan Muslim [45] dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu). Di dalam riwayat Nasa'i dengan tambahan keterangan yaitu, "[berupa] kebaikan." (HR. Nasa'i [4931] as-Syamilah)
Menjelang wafatnya, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu'anhu berkhutbah di hadapan para sahabat, di antara isi ceramahnya, "Wahai manusia, sesungguhnya kalian biasa memakan dua jenis tanaman yang tidak sedap baunya yaitu bawang merah dan bawang putih. Sungguh dahulu aku melihat apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati bau kedua tanaman itu pada [mulut] salah seorang yang ada di masjid maka beliau menyuruhnya untuk keluar ke Baqi'. Maka barangsiapa di antara kalian yang ingin memakannya hendaklah dia memasaknya terlebih dulu (agar berkurang baunya, pent)." (HR. Muslim [567] dari Ma'dan bin Abi Thalhah).
an-Nawawi rahimahullah mengatakan, "Sayuran ini -yaitu bawang dan semacamnya- adalah halal berdasarkan ijma' para ulama yang diakui pendapatnya." (Syarh Muslim [3/366]). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang memakan jenis tanaman yang menjijikkan ini maka janganlah dia mendekati kami di masjid." Setelah mendengar ucapan itu para sahabat mengatakan, "Makanan itu diharamkan, iya diharamkan." Kemudian sampailah ucapan mereka itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda, "Hai umat manusia, sesungguhnya aku tidak berhak mengharamkan apa yang Allah halalkan untukku, hanya saja aku tidak menyukai bau tanaman itu." (HR. Muslim [565] dari Abu Sa'id).
Nah, lihatlah wahai saudaraku, kalau sesuatu yang halal saja -seperti bawang- dapat memunculkan rasa tidak suka pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam gara-gara baunya yang tidak sedap, lantas bagaimana lagi dengan sesuatu yang membahayakan -yaitu rokok- yang menimbulkan bau tak sedap di mulut orang yang menghisapnya dan mengganggu orang dengan asapnya yang membuat orang terbatuk-batuk dan 'terpaksa' menyerap racun (baca: nikotin) ke dalam tubuh mereka?
Keempat: Merokok terbukti membahayakan
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam -yang tidak berbicara menuruti kemauan hawa nafsunya- bersabda, "Tidak boleh mendatangkan bahaya secara tak sengaja maupun disengaja." (HR. Ibnu Majah [2331] dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu'anhu, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [250])
Syaikh Dr. Muhammad Shidqi mengatakan, "Hadits ini merupakan landasan hukum yang tegas mengenai pengharaman mendatangkan bahaya, sebab penafian di sini menggunakan ungkapan yang mencakup segala objek dan menunjukkan haramnya segala jenis bahaya yang dilarang oleh syari'at. Hal itu disebabkan perbuatan mendatangkan bahaya termasuk dalam kezaliman, kecuali tindakan tertentu yang terdapat dalil yang mengecualikannya seperti hukuman had (potong tangan, dsb) dan dijatuhkannya berbagai bentuk hukuman..." (al-Wajiz fi Idhahi Qawa'id al-Fiqh al-Kulliyah, hal. 252)
Fatwa Ulama
Dengan melihat realita dan bukti-bukti medis yang ada maka Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah dalam fatwanya menegaskan haramnya mengkonsumsi rokok (lihat al-Adillah wa al-Barahin 'ala Hurmat at-Tadkhin). Demikian juga al-Lajnah ad-Da'imah (Komite tetap urusan fatwa Kerajaan Arab Saudi) menyatakan haramnya hal itu dalam Fatwanya (Fatawa Lajnah [7/283] pertanyaan kedua dari fatwa no 3623, as-Syamilah). Kita tidak menafikan adanya sebagian ulama yang menyatakan kebolehannya [dan anda telah melihat bahwa dalil-dalil yang ada dan bukti medis berseberangan dengan pendapat mereka], meskipun demikian mereka juga mengatakan bahwa meninggalkan rokok itulah yang lebih baik! (lihat Mathalib Uli an-Nuha fi Syarhi Ghayat al-Muntaha [18/212] as-Syamilah). Dan perlu diketahui bahwa mereka menyatakan bolehnya hal itu dengan alasan; [1] hukum asal segala sesuatu adalah halal, dan [2] tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dapat merusak kesehatan tubuh, sementara pada jaman sekar
ang bukti itu telah tampak bagi setiap orang!! Dan kita pun telah paham berdasarkan dalil yang ada bahwa segala sesuatu yang membahayakan adalah dilarang dalam agama. Bahkan, hal itu merupakan kaidah yang populer di kalangan para ulama.
Berpikirlah!
Saudaraku, sekarang tanyakanlah kepada dirimu sendiri, apakah rokok itu berbahaya bagi kesehatan? Jawabnya sudah sangat mutawatir bukan? Para produsen rokok pun mengakuinya. Merokok dapat merugikan kesehatan, menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan, dan janin. Itulah peringatan pemerintah kita, semoga kita mengindahkan peringatan ini dengan sebaik-baiknya. Kalau bukan karena rasa sayang pemerintah kepada rakyatnya tentu mereka tidak akan mengharuskan pabrik rokok untuk mencantumkan peringatan ini di dalam iklan-iklan dan bungkus rokok tersebut. Aduhai, alangkah indahnya negeri ini jika rakyatnya mau menaati pemerintahnya dalam hal ketaatan!
Ucapkanlah selamat tinggal untuk rokok, sekarang dan untuk selama-lamanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya." (Disebutkan oleh as-Sakhawi dalam al-Maqashid al-Hasanah [1/214], as-Suyuthi dalam ad-Durrar al-Muntatsirah fi al-Ahadits al-Musytahirah [1/19] as-Syamilah, Syaikh al-Albani mengatakan, "Hadits ini merupakan bagian dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan sanadnya sahih", Hijab al-Mar'ah wa Libasuha fi ash-Shalah, hal. 47. al-Maktab al-Islami, islamspirit.com)
***
Tulisan ini disusun dengan inspirasi dari :
al-Adillah wa al-Barahin 'ala Hurmat at-Tadkhin karya Syaikh Ibrahim Muhammad Sarsiq