Kamis, 17 Oktober 2013

Jadilah salafy yang berakhlaq Salaf

Jadilah salafy yang berakhlaq Salaf
siapa saya..?

saya ini hanyalah orang bodoh yang masih perlu belajar banyak..


berusaha meniti jejak para Salafush Shalih semampu apa yang bisa saya lakukan..

dengan harapan agar saya bisa menjadi seorang Salafy..

ma'af.. bukan saya ingin dipersaksikan atau diakui sebagai seorang Salafy..

tidaaaak...
sekali lagi tidaaak..

saya tidak peduli apakah diakui sebagai seorang Salafy atau tidak..
tidak penting buat saya..
toh pengakuan atau persaksian manusia tidak ada manfaatnya di hadapan Allah..
karena Allah Yang Maha Tau tentang keSalafiyan seseorang..


menjadi seorang Salafy bagi saya bukan sekedar pengakuan dan tidak butuh persaksian dari manusia..

menjadi Salafy itu hendaknya berusaha bagaimana seharusnya menerapkan apa yang diamalkan oleh para Salafush Shalih dalam kehidupan..

dan Salafy bukan sebuah Lembaga atau Organisasi yang membutuhkan legalitas keanggotaan..

tidaaaak..

Salafy bukan milik siapa-siapa..
Salafy bukan milik golongan tertentu..

sehingga saya tidak perlu mendaftarkan diri bikin lamaran untuk menjadi Salafy..
tidak perlu bikin provosal atau membuat iklan..
cukuplah Allah sebagai saksi apakah saya ini Salafy atau bukan..
wallahu a'lam hanya Allah Yang Maha Tau..

namun sekali lagi ma'af..
saya tidak sedang melarang seseorang mengaku atau mengabarkan dirinya sebagai seorang Salafy..

saya juga tidak sedang melarang seseorang menyandang laqab Salafy di belakang namanya..

bukaaaan..!!!

bukan itu maksud saya..

silahkan saja menyebutkan diri sebagai seorang Salafy.. mengabarkan kepada saudara-saudaranya tentang keSalafiyannya..
jika memang betul-betul pengikut para Salafush Shalih..

dan berusaha meneladani mereka dari segi ilmu dan amal serta mampu membuktikan praktek penerapannya dalam kehidupan..

karena manhaj Salaf adalah manhaj yang mulia.., tidak tercela menisbatkan diri kepada manhaj Salaf.., bahkan merupakan suatu kewajiban menurut kesepakatan para Ulama'..

dan yang harus menjadi perhatian serta patut direnungan adalah..
jika seseorang telah mengaku sebagai Salafy.. maka hendaknya ia mampu membuktikan bahwa ia betul-betul seorang Salafy sejati..
bukan hanya sekedar pengakuan di lisan saja..

karena berapa banyak manusia yang mengklaim dirinya sebagai Salafy namun ternyata jauh dari harapan..
bahkan sering melakukan amal perbuatan atau tindak-tanduk yang merusak nama baik manhaj Salaf..

kelakuan tidak sesuai dengan pengakuan sebagai seorang Salafy..
bahkan bertolak belakang dengan akhlaq Salafush Shalih..

untuk itu bagi siapa saja yang mengaku Salafy.. menisbatkan diri kepada manhaj Salaf..
maka buktikan keSalafiyannya..

tunjukkan keSalafiyannya dalam beramal..
lebih-lebih ketika bergaul dengan manusia..
perlihatkan akhlaq sebagai seorang Salafy..
jangan sampai manusia membenci dan lari dari manhaj Salaf hanya karena melihat kelakuan dan akhlaq seorang Salafy yang tidak nyalaf dalam beramal..

hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan hidayah agar bisa meneladani para Salaf..

dan standard keSalafiyan itu adalah para Salafunash Shalih..
merekalah sebaik-baik ummat yang patut kita teladani..

namun..
ada sedikit ganjalan di hati ini yang ingin saya utarakan..

mungkin akan menimbulkan banyak komentar..

tapi tidak mengapa..
akan saya pertanggung jawabkan ucapan saya..

begini..

ada sebagian orang yang mengklaim sebagai Salafy..
bahkan tidak tanggung-tanggung..
mereka mengaku sebagai Salafy Asli..

saya pun tidak mengerti Salafy Asli seperti apa yang mereka maksud..?

apakah Salafy Asli yang dimaksud adalah Salafy yang duduk bermajlis hanya kepada ustadz-ustadz yang mereka rekomendasikan saja..?

saya semakin tidak mengerti ketika orang yang mengaku Salafy Asli tersebut mengatakan bahwa Salafy selain mereka adalah Salafy Palsu yang hanya mengaku-ngaku Salafy saja..

tidak sampai di situ saja.. kemudian mereka pun membuat daftar list nama-nama ustadz berbahaya..
alih-alih supaya manusia berhati-hati..
agar tidak mendatangi majlis-majlisnya..

okelah kalau begitu..

saya tidak ingin membahas siapa yang salah dan siapa yang benar..
dan saya pun tidak berselera memperberdebatkan masalah ini..

karena saya sadar siapa saya ini..
ustadz bukan..
ulama' apalagi.. bukan banget mas..

karena pada akhirnya nanti akan nampak dan terlihat siapa yang berada di atas kebenaran..

semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua kepada jalan kebenaran..

dan prinsip saya pribadi..
saya akan terus berusaha mencari ilmu dan duduk belajar kepada seseorang yang saya ketahui keilmuan dan keshalihannya..
serta mengajarkan aqidah dan manhaj yang lurus..
(..walaupun mungkin ada kekurangan dan kesalahan.., karena ustadz juga manusia yang tidak akan luput dari yang namanya salah..)
selama kesalahan yang dilakukan bukan dalam masalah prinsipil..
dan kebaikan yang ada pada ustadz dari segi aqidah dan manhaj lebih banyak dari kesalahannya.. kenapa harus lari meninggalkannya..?

dan menurut apa yang saya ketahui merupakan sikap yang kurang bijak jika hanya karena suatu kekeliruan lantas meninggalkan atau menghajr serta mentahdzir ustadz tersebut..
padahal masih banyak sisi kebaikannya..
(..bahkan terkadang sesuatu yang dianggap keliru pun.. belum tentu merupakan sebuah kekeliruan..)

dan ma'af mungkin karena saya menyinggung masalah ini ada yang menganggap bahwa saya ini orang yang tidak memiliki manhaj yang jelas..
atau masih abu-abu..

sebagaimana yang saya katakan di awal..
saya tidak butuh dipersaksikan oleh manusia sebagai Salafy..

mau dibilang Salafy Palsu.. atau Salafy Gadungan..
terserah saja..

saya tidak peduli..

cukup Allah yang menjadi saksi saya..
ya..to...?

gitu aja kok repot..!!

sekali lagi saya katakan bahwa standard keSalafiyan bukan karena duduk bermajlis kepada ustadz tertentu saja..

namun standard keSalafiyan adalah para Salafunash Shalih..

bagaimana kita berusaha meneladani mereka dalam kehidupan ini..

ustadz hanyalah perantara saja.. sebagai pembimbing untuk memahami manhaj yang haq..
apa yang diajarkan sang ustadz jika berdasarkan dalil yang shahih dan pemahaman yang benar maka wajib diterima..
jika apa yang diajarkan ustadz tidak memiliki dasar yang kuat maka tidak ada kewajiban mengikuti sang ustadz.. bahkan wajib diluruskan dengan cara yang baik tentunya..

wallahu a'lam..

demikian apa yang bisa saya utarakan..

mohon ma'af jika ada kata-kata yang kurang berkenan..
yang benar hanyalah dari Allah dan yang salah adalah dari diri saya pribadi yang dha'if dan syaithan..
hanya kepada Allah saya memohon petunjuk dan pertolongan..

wa shallallahu 'ala Nabiyina Muhammad wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallam..

Cileungsi, Malam Jum'at, 13 Dzulhijjah 1434 H, 18:30 WIBogor..
Bapak'e Hanifah mBantul

3 tanggapan:

Hari FDay mengatakan...

Manhaj inilah yang mengajarkan saya untuk memahami bahwa seluruh perkataan bisa dibantah, siapapun itu orangnya, kecuali perkataan Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam...

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@Hari FDay
na'am.. akhi..
barakallahu fik..
semoga Allah senantiasa membimbing kita agar bisa istiqamah di atas manhaj yang hak ini..

downloadgameandroid31 mengatakan...

semoga Islam tetap jaya. aamin

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih