Tampilkan postingan dengan label manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manhaj. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2016

Apa yang membuatmu berat menjadi Salafiy..?

Apa yang membuatmu berat menjadi Salafiy..?


Salafiy itu bukan kepunyaan orang-orang tertentu saja.. atau kelompok tertentu.. maupun daerah tertentu..

Salafiy bukan milik orang Saudi..
bukan milik orang Yaman..
bukan milik orang Cileungsi..
bukan milik orang Jember..
dan bukan pula milik orang mBantul..

Salafiy itu milik siapa saja yang ingin dan bersedia menjadi Salafiy..

Siapa pun bisa menjadi Salafiy..
Tidak ada batasan umur.. jenis kelamin.. keturunan.. suku.. ras.. bangsa.. maupun organisasi..

Karena Salafiy bukan kelompok atau golongan.. akan tetapi sebuah nisbat..
Salafiy adalah penisbatan kepada Salaf (..Generasi awal ummat Islam..)..

Senin, 29 Agustus 2016

Ketika si kuli angkat bicara..

Ketika si kuli angkat bicara..
Ketika si kuli angkat bicara..
Siapa yang peduli dengan ucapannya..?..

Jadi kuli mah jangan pernah berharap perkataannya akan didengar manusia..

Paling hanya dianggap angin lalu saja..

Jadi harap maklum dan harus tau diri saja..

Walaupun demikian.. si kuli ingin mencoba mengungkapkan kata-kata apa adanya..
Entah dianggap atau tidak..
Si kuli tidak peduli..

Untuk itu saya berharap agar jangan memberikan tanggapan atau komentar sebelum selesai membaca tulisan ini..
Supaya bisa memahami maksud dari apa yang saya tulis..

Jumat, 26 Agustus 2016

Menjadi Salafiy Sejati

Menjadi Salafiy Sejati
Alhamdulillah..
Hampir 20 tahun saya mengenal Manhaj Salaf..
Satu ni'mat dan anugerah besar yang Allah karuniakan kepada saya..

Mohon ma'af..
Saya bukan bermaksud menganggap diri sebagai senior.. merasa lebih baik atau meremehkan orang yang baru mengenal Manhaj Salaf..
Tidaak..!..

Karena boleh jadi orang yang baru mengenal Manhaj Salaf belum lama ngaji mungkin saja lebih 'aalim atau lebih baik dari segi 'ilmu dan 'amal dari pada yang menulis Status ini..

Karena ke-Salafiyan seseorang bukan diukur dari lamanya ia mengenal Manhaj Salaf.. atau sudah lama ngaji..

Akan tetapi ke-Salafiyan seseorang itu dinilai dari seberapa besar kesungguhannya dalam berpegang teguh kepada Manhaj Salaf..

Kamis, 17 Oktober 2013

Jadilah salafy yang berakhlaq Salaf

Jadilah salafy yang berakhlaq Salaf
siapa saya..?

saya ini hanyalah orang bodoh yang masih perlu belajar banyak..


berusaha meniti jejak para Salafush Shalih semampu apa yang bisa saya lakukan..

dengan harapan agar saya bisa menjadi seorang Salafy..

ma'af.. bukan saya ingin dipersaksikan atau diakui sebagai seorang Salafy..

tidaaaak...
sekali lagi tidaaak..

saya tidak peduli apakah diakui sebagai seorang Salafy atau tidak..
tidak penting buat saya..
toh pengakuan atau persaksian manusia tidak ada manfaatnya di hadapan Allah..
karena Allah Yang Maha Tau tentang keSalafiyan seseorang..

Rabu, 27 Februari 2013

Sudahkah Anda Lakukan Scanning ?

Sudahkah Anda Lakukan Scanning ?

Mungkin diantara kita sudah sering dan biasa melakukan Scanning pada komputer atau laptop yang kita miliki untuk melindungi dan membersihkan dari berbagai macam virus berbahaya yang dapat merusak perangkat lunak komputer atau laptop kita dengan Anti Virus yang kita percaya kemampuannya, entah menggunakan yang free atau mungkin memakai yang berbayar.
Dan intinya bahwa setiap kita pasti mempunyai kepedulian untuk melindungi komputer atau laptop yang kita miliki.
Namun para pembaca yang dimuliakan Allah سبحانه وتعالى, tahukah kita bahwa sesungguhnya ada sesuatu yang lebih pantas bahkan wajib untuk kita lindungi dari berbagai macam Virus jahat dari pada sekedar  melindungi komputer atau laptop kita.
Apa itu ?
Yaitu jiwa kita (pemahaman kita terhadap Agama)
Seberapa penting kah... kita dalam melindungi pemahaman kita terhadap Agama ini ?

Sabtu, 26 Mei 2012

Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni

Hari akhirat adalah hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna dan hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia. Juga pada hari itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata penuh penyesalan:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي


“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.”[al-Fajr/89:24]

Jumat, 30 Maret 2012

Kewajiban Mengikuti AL-Qur'an Dan As-Sunnah Berdasarkan Pemahaman Salafush Shalih

Kewajiban Mengikuti AL-Qur'an Dan As-Sunnah Berdasarkan Pemahaman Salafush Shalih 
Oleh Syaikh Abdul Malik bin Ahmad bin Al-Mubarak Ramadhani Al-Jazairi 

Sesungguhnya jalan yang sama sekali tidak pernah diperselisihkan oleh kaum muslimin baik di masa lampau maupun saat ini adalah jalan al-Kitab dan as-Sunnah, jalan yang senantiasa diridhai Allah Ta’ala. Pada jalan itulah mereka datang dan pada jalan itu pula mereka muncul. Meskipun mereka berselisih dalam cara-cara pengambilan dalil dari kedua sumber tersebut.

Kesepakatan mereka itu disebabkan Allah telah menjamin kelurusan bagi pengikut al-Kitab, sebagaimana yang Dia firmankan lewat lisan bangsa Jin yang beriman.

قَالُوا يَاقَوْمَنَآ إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ



Hai kaum kami, sesungguhnya kami tekah mendengarkan Kitab (al-qur’an) yang diturunkan setelah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. [Al–Ahqaf : 30]

Minggu, 25 Maret 2012

Syi'ah dan Yahudi Bagai Pinang Tak Berbelah

Syi'ah dan Yahudi Bagai Pinang Tak Berbelah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Orang-orang yang datang sesudah mereka -sesudah Muhajirin dan Anshar- berdoa; Robbanaghfirlanaa wa li ikhwaaninalladziina sabaquuna bil iimaan, wa laa taj’al fii quluubinaa ghillal liliadziina aamanuu. Robbanaa innaka ro’uufurr rahiim. “Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah terlebih dahulu beriman, dan janganlah Kau jadikan di dalam hati kami perasaan dengki terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Lembut lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hasyr: 10)
Imam Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi rahimahullah berkata, “Maka siapakah yang lebih sesat daripada orang yang di dalam hatinya terdapat perasaan dengki terhadap kaum mukminin terbaik dan pemimpin para wali Allah ta’ala setelah para Nabi? Bahkan Yahudi dan Nasrani memiliki satu kelebihan di atas mereka.

Rabu, 19 Oktober 2011

Sudah Saatnya Meniti Manhaj Salaf

Sudah Saatnya Meniti Manhaj Salaf

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala telah memilihkan agama Islam bagi kita, meridhai dan menyempurnakan serta melengkapinya. Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu” [Al-Maidah :3]

Allah Ta'ala telah menjelaskannya secara gamblang dan menguraikannya dengan keterangan sangat rinci. Allah menerangkan melalui utusan dan bayan (penjelasan) Nabi kita Muhammad.
Allah berfirman :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ
“Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (al Qur'an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.”[An-Nahl : 44]

Jumat, 14 Oktober 2011

Kewajiban Mengikuti Pemahaman Salafush Shalih

Kewajiban Mengikuti Pemahaman Salafush Shalih

Salaf, artinya adalah orang-orang terdahulu. Adapun yang dimaksud dengan Salafush Shalih, dalam istilah ulama adalah orang-orang terdahulu yang shalih, dari generasi sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dari generasi tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah setelah mereka.

Salafush Shalih adalah generasi terbaik umat Islam. Oleh karenanya, merupakan kewajiban bagi kita untuk mengikuti pemahaman mereka dalam beragama. Sehingga berbagai macam bid’ah, perpecahan dan kesesatan dapat dijauhi. Karena adanya berbagai macam bid’ah, perpecahan, dan kesesatan tersebut, berawal dari menyelisihi pemahaman Salafush Shalih. Menjadi keniscayaan, jika seluruh umat Islam, dari yayasan atau organisasi atau lembaga apapun, wajib mengikuti pemahaman Salafush Shalih dalam beragama.

Selasa, 11 Oktober 2011

Generasi Terbaik dalam Sejarah

Inilah Generasi Terbaik dalam Sejarah

"Belum pernah ada, dan tidak akan pernah ada suatu kaum yang serupa dengan mereka"
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengatakan, "Barangsiapa hendak mengambil teladan maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal. Mereka itu adalah para sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di kalangan umat ini. Ilmu mereka paling dalam serta paling tidak suka membeban-bebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah guna menemani Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam dan untuk menyampaikan ajaran agama-Nya. Oleh karena itu tirulah akhlak mereka dan tempuhlah jalan-jalan mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus." (Al Wajiz fi 'Aqidati Salafish shalih, hal. 198)

Selasa, 13 September 2011

Bid’ah tidak sama dengan Mashalih Mursalah maupun Istihsan

Bid’ah tidak sama dengan Mashalih Mursalah maupun Istihsan

Banyak kalangan yang tergelincir dalam bid’ah karena rancu dalam memahami masalah ini. Mereka lantas berdalil dengan apa-apa yang tergolong mashalih mursalah untuk membenarkan amalan-amalan bid’ah. Karenanya, kita harus memahami perbedaan antara bid’ah, mashalih mursalah, dan istihsan secara fiqih; supaya jelas mana yang bid’ah dan mana yang bukan bid’ah.
Pertama-tama, kita harus tahu bahwa apa yang namanya ‘mashalih mursalah’ haruslah memperhatikan beberapa hal berikut:
A.    Ia harus sesuai dengan tujuan syari’at (yakni menjaga dien, akal, jiwa, harta, kehormatan, dan keturunan). Maksudnya, ia tidak boleh bertentangan dengan salah satu ajaran pokok syari’at, maupun dalil syar’i.
B.     Menentukan ada tidaknya maslahat -alias menggolongkan sesuatu ke dalam mashalih mursalah atau bukan- hanya bisa dilakukan pada hal-hal yang memang bisa dinilai secara logis. Artinya, bila kita renungkan dengan akal, akal bisa menerimanya.

Kamis, 21 Juli 2011

Sebab Utama Perpecahan Umat





Sebab Utama Perpecahan Umat
Ahlus Sunnah meyakini, bahwa persatuan merupakan salah satu pokok ajaran agama mereka. Allah ta'ala berfirman
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
(yang artinya), "Berpegang-teguhlah kalian dengan tali Allah, dan janganlah kalian berpecah-belah." (QS. Ali Imran: 103)
Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu menafsirkan, bahwa yang dimaksud dengan 'tali Allah' di sini adalah al-Jama'ah/persatuan, atsar ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dalam riwayat Ahmad dan Abu Daud tatkala menceritakan golongan yang selamat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Yaitu al-Jama'ah." (dinukil dari al-Ishbah fi Bayani Manhaj as-Salaf fi at-Tarbiyah wa al-Ishlah karya Syaikh Abdullah bin Shalih al-Ubailan, hal. 79)

Rabu, 20 Juli 2011

Agama Islam untuk Seluruh Manusia

Agama Islam untuk Seluruh Manusia

Nabi Muhammad memiliki banyak keistimewaan. Salah satunya adalah beliau diutus oleh Allah untuk seluruh manusia dan jin. Adapun seluruh Nabi sebelum beliau hanyalah diutus untuk umatnya masing-masing.
Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِ وَيُمِيتُ فَئَامِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Katakanlah: "Hai manusia, sesung-guhnya aku adalah utusan Alloh kepadamu semua, yaitu Alloh yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Alloh dan RosulNya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Alloh dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. [QS. Al-A'rof (7): 158]

Kamis, 30 Juni 2011

Pujian dalam Hujatan

Pujian dalam Hujatan 

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat…

Rabu, 29 Juni 2011

Apakah Kafir..?, Orang Yang Belum Pernah Mendengar Islam




Orang Yang Belum Pernah Mendengar Islam, Apakah Kafir..?
Banyak kaum muslimin yang bingung menghadapi pertanyaan semacam ini. Tidak jarang pula yang berangkat dari pertanyaan ini kemudian meragukan keadilan Islam lalu akhirnya menganggap semua agama benar. Padahal andaikan mereka sedikit berusaha mempelajari Islam dengan benar, mereka akan menemukan para ulama kita sudah menjelaskan dengan panjang-lebar jawaban dari pertanyaan semacam ini. Berikut ini kami kutipkan penjelasan bagus dari Syaikh Muhammad bin Abdillah Al Wuhaibi dalam kitabnya, Nawaqidhul Iman Wa Dhawabitut Takfir 'Indas Salaf (1/294):
Perbedaan pendapat dalam masalah ini adalah tentang hukum di akhirat, bukan hukum di dunia. Tidak ada satupun para ulama yang mengatakan bahwa orang yang tidak pernah mendengar Islam itu adalah muslim, atau pada mereka diberlakukan hukum orang muslim di dunia.

Selasa, 21 Juni 2011

Beda Pendapat atau Beda Pendapatan.. sih..?

Beda Pendapat atau Beda Pendapatan...?

Di kantor, kadang sebagian rekan berkelakar, “Pendapat saya sih sedari dulu sudah sama dengan pimpinan perusahaan, hanya pendapatan saja yang masih beda!” Saya kemudian jadi ingat sebuah rumor yang berhembus di kalangan sejumlah penggiat dakwah, bahwa perselisihan—atau katakanlah: perpecahan—di kalangan para pengaku Salafi adalah lebih dikarenakan “beda pendapatan” dibandingkan “beda pendapat”. Rumor tersebut memang tidak dapat dibuktikan sebagai kebenaran, namun juga tidak dapat seratus persen dipastikan salah.
Kenyataannya, salah satu penyebab perpecahan internal dimaksud adalah adanya beda pendapat dalam hal muamalah—atau lebih spesifik: pengambilan dana—kepada beberapa yayasan tertentu, sebut saja semisal Ihyā’ at-Turāts. Sebagian besar pihak yang “mengharamkan” pengambilan dana tersebut lalu meng-hajr (memboikot) dan men-tahdzīr (memberi peringatan keras) pihak yang membolehkan. Tidak hanya sebatas itu, bahkan orang-orang yang berhubungan dengan pihak yang membolehkan itu pun juga turut merasakan hajr dan tahdzir.

Minggu, 05 Juni 2011

Tajdid dalam Islam




Tajdid dalam Islam

Sudah menjadi satu keniscayaan bahwa manusia tidak akan baik dan teratur kehidupannya tanpa agama yang benar, sebab itulah timbangan yang benar dan ukuran standar dalam mengenal kebenaran dan keadilan dalam seluruh urusannya. Oleh karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah menyatakan kaidah penting dalam kewajiban berpegang teguh (komitmen) kepada ajaran Rasul dan penjelasan bahwa kebahagian dan petunjuk hanyalah pada ittiba' Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Sedangkan kesesatan dan kesengsaraan pada menyelisihinya.

Kamis, 19 Mei 2011

Keutamaan Dakwah Ilallah





Keutamaan Dakwah Ilallah

فضل الدعوة إلى الله تعالى 
عن سهل بن سعد رضي الله تعالى عنه قال قال النبي صلى الله عليه وسلم لعلي يوم خيبر وأعطاه الراية: (انفذ على رسلك حتى تنزل بساحتهم ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم فوالله لأن يهدي الله بك رجلا خير لك من أن يكون لك حمر النعم) رواه البخاري ومسلم
التعريف بالراوي:سهل بن سعد بن مالك بن خالد الأنصاري الخزرجي الساعدي أبو العباس له ولأبيه صحبة مشهور مات سنة ثمان وثمانين وقيل بعدها وقد جاز المائة
 معاني المفردات :يوم خيبر: خيبر مدينة شمال المدينة كان يسكنها اليهود لهم فيها حصون منيعة غزاهم النبي صلى الله عليه وسلم أول السنة السابعة من الهجرة.
الراية: العلم
انفذ: امضِ
رسلك: الرسل التؤدة والتأني أي امض على تؤدة وتأن.
ساحتهم: الساحة عرصة الدار وهي الفناء الواسع بين البيوت لا بناء فيه.
حمر النعم: النَّعَم الإِبل وحمرها كرامها وأعلاها منزلة وهو مثل في كلّ نفيس.

Senin, 16 Mei 2011

Iman dalam Pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah




Iman dalam Pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah

Pembicaraan tentang masalah iman merupakan salah satu perkara penting yang mendasar. Bahkan ini merupakan dasar aqidah seorang muslim. Salah dalam memahami keimanan bisa menyebabkan seseorang terjerumus dalam keharaman, kebid'ahan, bahkan bisa berujung kekafiran. Semoga sekelumit pembahasan masalah iman ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
[Definisi Iman]
Para ulama mendefinisikan iman yaitu ucapan dengan lisan, keyakinan hati, serta pengamalan dengan anggota badan,  bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Inilah makna iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Mayoritas Ahlus Sunnah mengartikan iman mencakup i'tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan.