Rabu, 21 November 2012

Hidayah itu Mahal


Hidayah itu Mahal
Di setiap khuthbah atau ceramah sering kali kita mendengar sepenggal kalimat yang diucapkan oleh khathib di dalam muqaddimah ceramah, yaitu:
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
“Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk”[1]
Saking seringnya kita mendengar kalimat ini terkadang  kita kurang memperhatikan ma’na yang terkandung dalam kalimat ini, padahal kalau kita mau mencermatinya maka kita akan memperoleh banyak pelajaran di dalamnya,
من يهده الله barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah, فلا مضل له  maka tidak akan ada yang bisa menyesatkannya,
Dari sini kita mengetahui bahwa hidayah itu milik Allah سبحانه وتعالى , jika Allah telah memberikan hidayah kepada seseorang maka tidak ada yang sanggup menyesatkan orang tersebut, walaupun sejuta preman bersepakat ingin mengajaknya untuk berbuat maksiat maka mereka tidak akan sanggup mempengaruhinya, walaupun sejuta syetan berkumpul untuk menggodanya maka mereka tidak akan sanggup menggelincirkannya,
Begitu pula sebaliknya,


ومن يضلل Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, فلا هادي له  maka tidak akan ada yang sanggup memberinya hidayah,
Walaupun sejuta ustadz dari Madinah datang menasehatinya, memberikan penjelasan, kalau Allah telah menutup hatinya maka mereka tidak akan sanggup mengajaknya untuk mengikuti kebenaran,[2]
Dan banyak sekali kisah dalam masalah ini, seperti misalnya ketika Rasulullahصلى الله عليه وسلم  yang berusaha mengajak pamanya untuk masuk Islam, namun ternyata Beliau صلى الله عليه وسلم tidak sanggup memberikan hidayah,
Bahkan berkenaan dengan hal tersebut Allah سبحانه وتعالى berfirman mengingatkan Nabi-Nya:
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (56)
“sesungguhnya engkau tidak akan bisa memberikan petunjuk kepada orang yang engkau cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia  lebih tahu terhadap orang-orang yang mendapatkan hidayah”[3]
Contoh lain, Tidakkah kita melihat perjuangan Nabi Allah Nuh عليه السلام di dalam menegakkan Tauhid kepada umatnya?
Waktu yang cukup lama selama 950 tahun Nabi Nuh عليه السلام berdakwah tidak mengenal lelah, akan tetapi tidak menjadikan ummat Beliau mendapat hidayah Allah سبحانه وتعالى, bahkan untuk keturunannya sendiri pun Beliau tidak dapat menyelamatkannya dari adzab,
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ (42) قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ (43)
“Dan Nuh memanggil anaknya yang berada di tempat yang jauh, ‘Wahai anakku! Naiklah bahtera ini bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang kafir’. Dia berkata, ‘Aku akan berlindung ke gunung yang akan menghindarkanku dari air bah. Nuh berkata, ‘Hari ini tidak ada lagi yang bisa melindungi dari adzab Allah kecuali Dzat Yang Maha Penyayang.’ Dan gelombang pun menghalangi mereka berdua, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” [4]
Melihat anaknya yang tenggelam, Nabi Nuh عليه السلام berdoa,
وَنَادَى نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ (45) قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ (46)  
“Dan Nuh pun menyeru Rabbnya, ‘Wahai Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah janji yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.’ Allah berfirman, ‘Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang diselamatkan), sesungguhnya amalannya bukanlah amalan yang shalih. Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang tidak engkau ketahui. Sesungguhnya Aku peringatkan engkau agar jangan termasuk orang-orang yang jahil.” [5]
Dan contoh lain yaitu sebuah kisah yang Masyhur, seorang Rahib yang bernama Juraij yang digoda oleh seorang pelacur (hal ini terjadi karena do’a Ibunya Juraij yang kesal karena Juraij tidak memenuhi panggilannya, karena waktu itu Juraij sedang shalat dan tetap melaksanakan shalat, lalu ibunya berdo’a, "Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij..!, sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur”) dan do’a Ibunya tersebut dikabulkan oleh Allah, sehingga Juraij pun digoda oleh pelacur tersebut namun tidak sanggup menggodanya,[6]
Dan masih banyak lagi kisah-kisah lain yang tidak saya muat dalam tulisan ini, semoga hanya dengan beberapa kisah yang saya sebutkan diatas sudah mewakili dan menggambarkan bahwa hidayah itu mutlak hanya milik Allah سبحانه وتعالى,
Dengan demikian sangat jelaslah bagi kita bahwa Allah سبحانه وتعالى memberi Hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang Allah beri Hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberinya Hidayah.
Allah سبحانه وتعالى  berfirman:
وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (213)
“Allah memberikan Hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” [7]
Dan juda  Allah سبحانه وتعالى  berfirman:
وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (23)
“Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” [8].

Dan perlu kita ketahui bahwa hidayah itu ada dua macam:
1-      Hidayatul Irsyad
2-      Hidayatut Taufiq
Hidayatul irsyad adalah hidayah berupa Syari’at, Bayan atau Petunjuk yang Allah سبحانه وتعالى turunkan melalui Para Rasul-Nya, dan terakhir Risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang sampai kepada kita berupa Al-Qur’an dan As-sunnah sebagai petunjuk bagi siapa saja yang menginkan kehidupan bahagia, kehidupan sesungguhnya yaitu akhirat.
Adapun Hidayatut Taufiq adalah hidayah berupa kekuatan untuk menjalankan Syari’at Allah سبحانه وتعالى, inilah hidayah yang Allah سبحانه وتعالى pemerintahkan agar kita selalu memohon kepada-Nya minimal tujuh belas kali dalam sehari semalam, yaitu firman Allah  yang selalu kita baca
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7)
“Tunjukilah Kami jalan yang lurus, Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka, Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat.”  [9]
Petunjuk menuju jalan yang lurus itu akan menuntun kepada jalan orang-orang yang diberikan kenikmatan yaitu para Nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada’, dan orang-orang shalih. Mereka itu adalah orang-orang yang memadukan ilmu dengan amal. Maka seorang hamba memohon kepada Rabbnya untuk melimpahkan hidayah menuju jalan lurus ini yang merupakan sebuah kemuliaan dari Allah سبحانه وتعالى kepada para Rasul-Nya dan wali-wali-Nya. Dia memohon agar Allah سبحانه وتعالى menjauhkan dirinya dari jalan musuh-musuh-Nya yaitu orang-orang yang memiliki ilmu akan tetapi tidak mengamalkan ilmunya. Mereka itulah golongan Yahudi yang dimurkai. Demikian juga dia memohon agar Allah سبحانه وتعالى menjauhkan dirinya dari jalan orang-orang yang beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى di atas kebodohan dan kesesatan. Mereka itulah golongan Nasrani yang sesat.

Maka dari sini dapat disimpulkan bahwa manusia itu jika ditinjau dari segi ilmu dan amal terbagi menjadi tiga kelompok:
1-      Berilmu dan mengamalkan ilmunya, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan hidayah, (orang-orang yang diberikan kenikmatan yaitu para Nabi, orang-orang shiddiq, para syuhada’, dan orang-orang shalih)
2-      Berilmu namun tidak mereka amalkan, mereka orang-orang yang dimurkai Allah سبحانه وتعالى, (orang-orang yahudi dan yang seperti mereka)
3-      Beramal tanpa ilmu, mereka adalah orang-orang sesat, (orang-orang nashrani dan yang seperti mereka)
Maka kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى semoga kita termasuk kelompok yang pertama yaitu orang-orang dimudahkan oleh Allah سبحانه وتعالى dalam mempelajari ilmu yang bermanfaat dan diberikan kekuatan untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita dapatkan dalam bentuk amal shalih,

Kemudian bagaimana caranya agar kita mendapatkan hidayah ?
Yaitu Hidayah Taufiq, setelah kita mendapatkan Hidayah Irsyad, dan kita patut bersyukur kepada Allah سبحانه وتعالى   yang telah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mendapat petunjuk diatas Islam, nikmat yang tidak bisa dinilai dengan materi, dan semoga kita dapat istiqamah dan diwafatkan dalam islam, selanjutnya yang perlu kita perhatikan yaitu bagaimana caranya agar kita mendapatkan Hidayah Taufiq,
Agar kita mendapatkan hidayah Taufiq ada beberapa hal yang merupakan sebab seseorang memperoleh hidayah yang harus kita perhatikan diantaranya adalah:[10]

1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah سبحانه وتعالى , maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah سبحانه وتعالى  tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ (82)
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [11]

2. Taubat kepada Allah سبحانه وتعالى
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ (27)
“Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”.[12]

3. Belajar Agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:
من يريد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” [13]

4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang.
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah سبحانه وتعالى  berfirman:
وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا (66) وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا (67) وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (68)
Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” [14]

5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya.
Allah سبحانه وتعالى  berfirman:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ (9)
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” [15]

6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (101)
“Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [16]

7. Mengerjakan sholat.
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah سبحانه وتعالى  berfirman pada surat al-baqoroh:
الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2)
“Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” [17]
Siapa mereka itu ?
Kemudian jawabannya dilanjutkan pada ayat setelahnya
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3)
“yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” [18]

8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَى أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (71)
“Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” [19]
Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “

Demikian apa yang bisa saya tulis, semoga yang sedikit ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, terutama dalam menempuh perjalanan menuju Allah  agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberikan petunjuk diatas jalan yang lurus, diselamatkan dari berbagai macam penyimpangan hingga kita berjumpa dengan Rab  Penguasa Alam semesta, insya’allah,
Mohon ma’af jika ada kekurangan dan kesalahan, segala yang benar datangnya dari Allah سبحانه وتعالى  dan yang salah murni kebodohan diri saya dan dari syaitan yang selalu berusaha menggelincirkan manusia dari jalan Allah سبحانه وتعالى , terima kasih atas kesediaan antum membaca risalah ini, kritik dan saram sangat saya harapkan yang semoga dapat memberikan faedah yang lebih banyak lagi,

Ditulis di Kampung Baru, Rawahingkik, Cileungsi, Bogor,
Tanggal  7 Muharam 1434 H, bertepatan dengan tanggal 21 November 2012 M
Saudara Antum yang mengharap ridha Allah سبحانه وتعالى , dan mencintai Antum karena Allah سبحانه وتعالى
Abu Hanifah ‘Alim bin Iryani Heri Atmaja bin Martodimulyo bin Mangunharjo bin Mangun Ali Mudi Mangun Negoro Al-bantuliy [20]



[1] Sepenggal kalimat khuthbah yang sering disebut dengan khuthbah hajah, yang dicontohkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم di setiap khuthbah yang Beliau sampaikan, [كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في خطبته يحمد الله ويثني عليه بما هو أهله ثم يقول: [من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. إن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدى هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار] (رواه النسائي) 
[2] Faedah yang saya ambil dari Ustadz Syafiq Basalamah dalam ceramahnya yang bertema “Rumahku Masih Ngontrak” dengan penyesuaian bahasa dari saya pribadi.
[3] Surat Al-Qashash : Ayat-56
[4] Surat Hud: Ayat-42-43
[5] Surat Hud: Ayat-45-46
[6] Kisah selengkapnya bisa dilihat dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 33. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 25.  Lihat [Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]
[7] Surat Al-Baqarah: Ayat-213
[8] Surat Az-zumar: Ayat-23
[9] Surat Al-Fatihah : Ayat-6-7
[10] Saya ambil dari Artikel Muslim.or.id yang berjudul Hidayah Milik Allah, yang ditulis oleh Al-Akh Rian Permana. Dengan penambahan teks Ayat Al-Qur’an dan Matan Hadits yang mudah-mudahan tambahan yang saya berikan lebih dapat memberikan bermanfaat,
[11] Surat Al-An’am: Ayat-82
[12] Surat ar-Ra’d : Ayat-27
[13] Hadits Riwayat Bukhori, no 71, 3116, 3641, 7312, 7460, dan Riwayat Muslim, no 1037.
[14] Surat An-nisa: Ayat-66-68.
[15] Surat Al-Isra’: Ayat-9
[16] Surat Ali-Imron: Ayat-101
[17] Surat Al-Baqarah: Ayat-1-2
[18] Surat Al-Baqarah: Ayat-3
[19] Surat Al-An’am: Ayat-71
[20] Sekilas Info Tentang Diri Saya Silahkan bisa dilihat disini

4 tanggapan:

weather station mengatakan...

bener banget hidayah itu mahal

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@weather station
na'am..

Produk perawatan wajah mengatakan...

Setuju.
Semoga kita senantiasa termasuk yang mendapat hidayah.

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@Produk perawatan wajah
amiin.. insya'allah

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih