Mimpi Basah Ketika Puasa Ada sebuah pertanyaan yang diajukan pada Syaikh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdillah bin Baz rahimahullah[1], "Jika orang yang berpuasa mimpi basah di siang hari bulan Ramadhan, apakah puasanya batal? Apakah dia wajib untuk bersegera untuk mandi wajib?"Beliau rahimahullah menjawab, "Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena mimpi basah dilakukan bukan atas pilihan orang yang berpuasa. Ia punya keharusan untuk mandi wajib (mandi junub) jika ia melihat yang basah adalah air mani. Jika ia mimpi basah setelah shalat shubuh dan ia mengakhirkan mandi junub sampai waktu zhuhur, maka itu tidak mengapa. Begitu pula jika ia berhubungan intim dengan istrinya di malam hari dan ia tidak mandi kecuali setelah masuk Shubuh, maka seperti itu tidak mengapa. Mengenai hal ini diterangkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah masuk Shubuh dalam keadaan junub karena sehabis berhubungan intim dengan istrinya. Kemudian beliau mandi junub dan masih tetap berpuasa. |
Tampilkan postingan dengan label mimpi basah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi basah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Agustus 2011
Kategori:
fiqh ibadah,
fiqh puasa,
ibadah,
mimpi basah,
puasa
Langganan:
Postingan (Atom)
