Rabu, 01 Juni 2011

Impian Seorang "Manula"

Impian Seorang "Manula"

Inilah Sebagian Kisahku Ketika Saya jadi "Manula" dulu

mohon ma'af sebelumnya jika ada yang kurang sependapat atau merasa aneh dengan istilah yang saya pakai...
bukan maksud hendak mengejek  menghina atau melecehkan...? sama sekali tidak lhooo ya....,
untuk itu.. jangan tersinggung dulu ya... he he he ...

bagi teman-teman dekat saya mungkin tidak aneh dengan istilah ini, karena sudah sering mendengarnya...

inilah sepenggal kisah saya ketika saya masih menjadi "Manula" dulu...,

(  ...Manula = Manusia Lajang...),
walaupun sebenarnya sekarang ini juga masih  Manula siiiih... (...tapi mau nuambah lagi.. lhoo...) he he he

mungkin hanya sekedar sharing pengalaman saja...
dengan harapan mudah-mudahan dapat sedikit memberikan semangat atau motifasi buat temen-temen "Manula" saya...

seperti pada umumnya...,
bahwasannya seorang manula itu biasanya mempunyai kebiasaan suka mengkhayal tentang kehidupan yang akan datang alias banyak kemauan keinginan dan cita-cita..., ngaku bae laaaaah...
(walaupun mungkin nggak semua begitu kali ya..?.. ma'af jika ada yang tidak sependapat.. karena saya sedang bercerita tentang apa yang saya alami dulu.. he he he..)..,
termasuk di dalamnya mengkhayal tentang kehidupan berumah tangga...

sebagai seorang manula yang normal, wajar laaah... kalo saya dulu mempunyai cita-cita pingin mendapatkan istri yang cantik, shalehah, baik hati, pokoke yang endah-endah laaah.. he he he
namanya juga mengkhayal..
iya.. too..?
tapi nggak tau dah kalo orang laen....?

tapi yang jelas itulah keadaan saya saat jadi manula dulu..
(...nggak perlu saya tutup-tutupi....)
kerjaannya cuman mengkhayal dan mengkhayal..

sampai terkadang pernah tersenyum-senyum sendirian membayangkan yg indah-indah..
membayangkan sudah berkeluarga... punya anak dan istri.. kumpul bersama keluarga.., bersendau gurau.. dan bercanda ria.....

tapi yaa.. itu tadi..
semuanya masih serba gelap..
semua hanyalah sekedar lamunan khayalan dan impian yang nggak jelas kapan hal tersebut terrealisasi..?
ya... begitulah... kira-kira...

sampai suatu hari saya pernah ngobrol dengan seorang teman..,
yang kebetulan rekan satu kerjaan dengan saya..
semula yang kami bicarakan hanya masalah pekerjaan karena kami sama-sama sedang bekerja..
namun kemudian berlanjut ke pembicaraan yang lainnya sampai ngalor ngidul yang akhirnya ada sebuah pertanyaan yang tidak saya pikirkan sebelumnya...,
dan saya pun nggak tau apakah temen saya itu serius atau hanya sekedar bercanda saja..?,
karena memang kami biasa bercanda..

pertanyaan dia yang masih selalu saya ingat sampai sekarang..
“..mas Alim kapan nikahnya..?..”

mendengar pertanyaan tersebut..
entah karena saya memang sudah terbiasa ceplas-ceplos kepada teman saya tersebut..
atau mungkin waktu itu saya menganggapnya hanya sebuah candaan biasa..
maka dengan spontan.. tanpa banyak pikir.... saya jawab  “tahun 2000..”
jawaban spontanitas yang tidak ada perasaan berat atau beban sedikitpun ketika saya menjawabnya..

namun..?
setelah itu dia pun berkata lagi
“..tahun 2000 nggak lama lagi lho.. mas..”

waktu itu sekitar tahun 1998..

saya pun sempat termenung sejenak dan berkata dalam hati
“..eh.. iya.. ya.. bener juga..?..”

maka sejak saat itulah.. saya baru tersadar..
bahwa masalah ini tidak bisa main-main lagi...
saya harus serius dalam perkara yang satu ini...
mulailah saya berusaha untuk berpikir serius..

saya ingin mewujudkan impian khayalan dan lamunan selama ini..

akan tetapi yang menjadi tanda tanya besar pada waktu itu adalah..
“..mampukah saya menikah..?..”

terus terang saat itu saya agak pesimis..
karena saya hanyalah seorang kuli biasa yang berpenghasilan pas-pasan..
tinggal di sebuah kontrakan yang berukuran 3 x 3 meter yg hanya ada selembar tikar pandan, dan lemari plastik yang berisi pakaian lusuh.. he he he.. pokoke melasi banget dah..

saya bertanya dalam hati...
“..apakah ada wanita yang mau nikah dengan seorang yang miskin begini..?..”

bener jujur saya agak pesimis saat itu..

namun saya nggak mau larut dalam keraguan..
saya harus berusaha.. semampu saya..

mulailah saya berusaha menyisihkan uang gajian sedikit demi sedikit.. buat modal nikah..

memang agak berat juga.. dengan penghasilan yang pas-pasan..
namun saya harus semangat..

setahun pun rasanya berlalu sangat cepat..
uang tabungan masih sedikit.. gimana nih...?

tapi sekali lagi saya harus tetep semangat.. pantang mundur..
bagaimanapun beratnya perjuangan yang harus saya tempuh....  he he he..

tahun pun terus baejalan dan akhirnya sudah mendekati awal tahun 2000..
tapi ternyata tabungan pun masih kurang cukup buat modal.. nikah..

namun walaupun masih adanya kekurangan tersebut saya berusaha memberanikan diri untuk mencari-cari informasi..
(...pasti tahu kan apa yang saya maksud..? ya.. apa lagi kalo bukan mencari info tentang seorang wanita.. yang siap nikah..? he he he)

berbagai cara pun udah dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dicari..
akan tetapi belum juga mendapatkan hasil.. (sempet dapet juga sih.. tapi belum pas dengan apa yang diinginkan..)
sabar.. sabar.. sabar..

sampai suatu ketika.. saya mendapatkan informasi ada seorang wanita yang udah siap nikah,
dan setelah saya melihat data-data pribadinya..
ternyata saya pun tertarik untuk mengenalnya..

sekitar bulan Mei tahun 2000 kalo nggak salah saya menemuinya.. (..ditemani saudaranya..)
dengan tujuan memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud dan tujuan berkenalan.. (..pingin nikah... he he he he...)

dan berbincanglah kami tentang apa yang perlu dibicarakan dan dipertanyakan..
yang akhirnya kami sepakat untuk memberikan tempo selama tiga hari untuk berfikir sebelum memberikan keputusan dari masing-masing.. setelah perkenalan tersebut..

setelah tiga hari berlalu saya pun mengambil keputusan untuk melanjutkan perjuangan..
(...maju teruuusssssss... he he he ...)

tidak lama kemudian kurang lebih seminggu setelah berkanalan..
saya pun mendatangi keluarganya dan mengutarakan keinginan untuk melamarnya..

dan alhamdulillah lamaran saya pun diterima dengan baik.. (...haduuuuuuh senengnyaaa hatiku...)

setelah proses lamaran selesai...
kemudian dilanjutkan dengan mempersiapkan segala sesuatunya, sekaligus menentukan tanggal hari pernikahannya..

dan akhirnya keluarga pun sepakat bahwa hari pernikahan kami akan dilaksanakan pada tanggal  
8 Juli 2000 M atau 6 Rabi'ul Awal 1421 H,

dan alhamdulillah semua berjalan lancar atas idzin Allah, dan menikahlah kami pada tanggal tersebut..
hari yang sangat bersejarah bagi saya dan hari yang penuh kebahagiaan..

berakhirlah masa manula saya..
kurang lebih selama 2 tahun mempunyai keinginan kuat ingin menikah akhirnya Allah mengabulkan do'a saya...
kurang dari 3 bulan setelah berkenalan akhirnya kami bisa menikah...
menikah tanpa pacaran...
11 tahun sudah... kami mengarungi bahtera rumah tangga..
dan terlalu panjang apabila dikisahkan..
insya'allah nanti jika ada kesempatan akan saya buat kisahnya..

dan di notes saya kali ini hanya saya ceritakan poin-poinnya saja, dengan harapan bisa sedikit memberikan semangat atau motifasi buat teman-teman manula yang ingin menikah namun belum terlaksana, entah karena terbentur jodoh ataupun dana.. agar supaya tetap semangat..

dan saya akan sedikit memberikan motifasi:

1. bagi temen-temen manula yang udah siap nikah dan sudah diberikan kemampuan, segeralah menikah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” 
(HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400)

2. buat target kapan akan nikah...serta bersungguh-sungguh..
karena target dan kesungguhan biasanya akan memberikan semangat mengejar cita-cita tersebut..
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesuangguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik  
(QS. Al-Ankabut: 69)

3. jangan ragu-ragu untuk melangkah..  
(ومن يتق الله يجعل له مخرجا * ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا ) 
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu(QS ath Thalaq:2-3).

4. jangan menyerah dengan keadaan... insya'allah Allah akan memberikan kemudahan..
mungkin ada diantara temen-temen yang udah pingin nikah tapi terbentur dengan keadaan...
apakah itu karena belum punya modal.. atau mungkin belum juga ketemu jodoh..
jangan pernah menyerah.. insya'allah Allah akan berikan kemudahan..
dan harus yakin bahwa Allah akan memberikan kepada kita apa-apa yang terbaik buat kita..
( ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا )
Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya
(QS ath Thalaq:4).

5. jangan lupa ikhtiar.. alias.. usaha..
dan banyak cara yang bisa ditempuh, bisa dengan memperbanyak teman yang baik, karena dengan banyak teman akan semakin banyak pula informasi-informasi yang akan kita dapat, atau bisa juga menghubungi ustadz yang kita kenal, karena siapa tau bisa membantu..
من جد وجد
Siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan mendapatkan

6. jangan lupa selalu berdo'a, dan yakinlah bahwa Allah akan mengijabah do'a hamba-Nya
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (QS. Al-Baqarah, 186)
 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku Perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang -orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Ghafir, 60)

demikian sedikit cerita dari saya semoga ada manfaatnya...
mohon ma'af jika ada kesalahan...
harap maklum aja daah... he he he

4 tanggapan:

Al-Furqon Celluler mengatakan...

Kang Alim...Okelah kalo begitu....

Abu Hanifah Alim Al-Bantuliy mengatakan...

@Kang Naryo
lanjutkan.. kang..
jangan menyerah.. yo..

ummu haura mengatakan...

seruuu

Abu Hanifah Alim Al-Bantuliy mengatakan...

@ummu haura
biasa aja kok...
hehehe

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih