Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhirat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2016

Berharap Naungan Allah..

Berharap Naungan Allah..
Di dunia ini saja kita itu masih butuh perlindungan dari panasnya sinar matahari yang jaraknya berjuta-juta mil..
Apalagi di akhirat yang dikhabarkan bahwa jarak matahari hanya sekitar satu mil..
Tentu kita lebih butuh lagi terhadap naungan..

Disebutkan dalam sebuah hadits..
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
" سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله ، إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ، ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله . ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ، ورجل ذكر الله خالياً ففاضت عيناه "
متفق عليه

Senin, 18 November 2013

Jadi Orang Bangkrut.. Mau..?

Jadi Orang bangkrut.. Mau..?
Sekedar renungan..

Berita gembira buat yang mau bersabar..

Kabar buruk buat yang tidak bisa menjaga lisan..

Disebutkan dalam sebuah hadits..

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أتدرون ما المفلس.. ؟

قالوا : المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع..
فقال : إن المفلس من أمتي من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام زكاة..، ويأتي قد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا..، فيعطى هذا من حسنته.. وهذا من حسنته..، فإن فنيت حسنته قبل أن يقضى ما عليه.. أحذ من خطاياهم.. فطرحت عليه.. ثم طرح في النار
..


Kamis, 08 November 2012

Tinggal di Tanah Rantau


Tinggal di Tanah Rantau...
Barang kali Antum yang sedang membaca tulisan saya ini adalah seorang perantau, entah dalam rangka bekerja mencari ma’isyah atau untuk belajar menuntut ilmu, yang datang dari daerah jauh yang sa’at ini tinggal di negeri orang sebagai pendatang, mungkin dari Jawa yang sedang merantau di luar Jawa, atau mungkin dari luar Jawa yang sedang merantau di tanah Jawa, atau barang kali juga sedang merantau di Luar Negeri atau sebaliknya,
Atau juga mungkin seorang penduduk pribumi asli namun pernah merasakan menjadi seorang perantau,
Atau entah apa keadaan Antum saat ini tidak begitu penting untuk dibahas, namun yang jelas bahwa bagi seorang perantau setidaknya di dalam hatinya ada perasan rindu atau kangen terhadap kampung halaman yang telah ia tinggalkan, dan saya yakin setiap perantau mempunyai perasaan demikian, sebagaimana yang saya rasakan sendiri sa’at ini, entah mungkin hanya sekedar ingin melihat suasana kampung halaman tanah kelahirannya, atau ingin berjumpa dengan orang-orang yang ia cintai yang telah lama berpisah, seperti misalnya orang tua, saudara, teman akrab, dan yang lainnya,

Sabtu, 26 Mei 2012

Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni

Hari akhirat adalah hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna dan hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia. Juga pada hari itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata penuh penyesalan:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي


“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.”[al-Fajr/89:24]

Sabtu, 22 Oktober 2011

Perjalanan Menuju Kampung Halaman

Perjalanan Menuju Kampung Halaman

Hari akhirat adalah hari setelah kematian yang wajib diyakini kebenarannya oleh setiap orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan kebenaran agama-Nya. Hari itulah hari pembalasan semua amal perbuatan manusia, hari perhitungan yang sempurna dan hari ditampakkannya semua perbuatan yang tersembunyi sewaktu di dunia. Juga pada hari itu orang-orang yang melampaui batas akan berkata penuh penyesalan:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.”[al-Fajr/89:24]

Maka hendaknya setiap Muslim yang mementingkan keselamatan dirinya benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal abadi ini. Karena pada hakikatnya, hari inilah masa depan bagi manusia yang sesungguhnya.