Minggu, 28 Agustus 2016

Berhijab-lah karena iman

Berhijab-lah karena iman
Busana Syar'i (..hijab dan cadar..) pun.. menjadi solusi.. dan multi fungsi..

Solusi berbagai macam persoalan yang dihadapi..
Baik yang memang merupakan maksud dan tujuan Syar'i..
Maupun hanya sekedar sensasi..

Yang jelas busana Syar'i adalah untuk menjaga kemuliaan hati dan kehormatan diri..
Serta penghalang dari pandangan syahwat mata para lelaki..

Namun ternyata di jaman ini tidak hanya itu saja ya akhi..
Terkadang hijab Syar'i dijadikan solusi untuk menutupi diri.. lari dari rasa malu yang menyelimuti hati..


Akibat terjerat kasus perkara yang menghantui..
Baik kasus narkotika, korupsi maupun prostitusi..

Keluar masuk pengadilan memenuhi panggilan sidang pun terpaksa harus berhijab dan bercadar sambil dikawal pak polisi..

Yang tadinya enggan menggunakan hijab dan cadar bahkan mungkin sangat anti sekali..
Tiba-tiba berubah total menjadi seorang wanita berbusana Syar'i..

Fenomena apakah ini..

Entah lah saya juga tidak mengerti..
Tapi memang begitulah kenyataan yang terjadi..
Hijab dan cadar pun menjadi banyak fungsi..

Sebetulnya sah-sah saja dan tidak ada larangan seorang wanita terdakwa mengenakan hijab dan cadar sesuai Syar'i..
Walaupun alasannya ya itu tadi..
Malu ketemu dengan wartawan takut diphoto dan diliput karena beritanya pasti akan masuk koran maupun tipi..

Sekali lagi kita katakan boleh-boleh saja silakan mengenakan busana Syar'i supaya tidak terlihat dan diketahui..

Karena tidak ada ketentuan yang menjelaskan bahwa mengenakan busana Syar'i itu harus atau hanya khusus bagi orang yang mempunyai budi pekerti..

Akan tetapi memang kewajiban bagi setiap wanita untuk berhijab Syar'i..
Terlepas entah apa alasannya ketika menjalani..
Baik wanita shalihah yang selalu tunduk patuh menjalankan perintah Ilahi..
Maupun wanita terdakwa yang terancam akan masuk ke dalam bui..

Mohon mangap sebelumnya dan perlu diketahui..
Bahwa tulisan ini bukan dalam rangka mencela dan mencaci..
Akan tetapi sekedar meluruskan kembali apa yang mestinya dilalui..

Dan saya rasa kita juga tidak perlu bersikap nyinyir dan mencibir ketika melihat ada wanita terdakwa yang berusaha mengenakan busana Syar'i.. walaupun mungkin ia melakukannya karena alasan terpaksa akibat dari tekanan batin yang menyelimuti..

Kita tidak tau apa yang menjadi motifasi..
Entah terpaksa atau memang niat dari lubuk hati..
Sebab urusan hati seseorang itu bukan hal yang wajib kita ketahui..

Karena boleh jadi sesuatu yang mungkin kita anggap remeh ternyata merupakan sesuatu yang sangat berarti..
Sebagai titik awal terbukanya pintu hati yang selama ini selalu tertutup rapat dan terkunci..
Boleh jadi awalnya terpaksa akhirnya bisa menyadari..

Secara dhahir perlu kita syukuri dan patut kita berikan apresiasi..
Karena hal itu tentunya lebih baik dari pada tidak sama sekali..
Minimal ada kemauan dalam hati.. sehingga tergerak berkeinginan untuk mengenakan busana Syar'i..
Walaupun mungkin kita melihatnya terkesan seolah-olah Syari'at ini hanya dijadikan basa-basi..

Namun biarlah itu menjadi urusan Dzat Yang Maha Mengetahui..

Tugas kita adalah saling mengingatkan dan saling nasehat menasehati..
Selama kita masih diberikan kesempatan untuk hidup di dunia ini..
Agar di akherat kelak kita tidak menjadi orang yang merugi..
Karena ancamannya sangat mengerikan sekali..
Neraka jahannam yang siksanya tidak akan sanggup kita hadapi..

Dan yang menjadi harapan kita semoga saja yang bersangkutan diberikan hidayah sehingga bisa menyadari.. bahwa hijab Syar'i itu bukan hanya sekedar untuk lari dan menutup diri dari media yang selalu mencari-cari..
Akan tetapi memang merupakan ketetapan yang harus dita'ati bagi setiap Muslimah yang menginginkan kehormatan dan harga diri..

Namun jika ternyata tidak seperti apa yang kita harapkan tadi..
Busana Syar'i yang tadinya dikenakan kemudian malah dicampakkan lagi..
Kembali kepada habitatnya yang asli..
Maka kita pun berlepas diri..

Maka kita ucapkan saja silakan meni'mati hidup ini dengan sesuka hati..
Karena setiap amal yang kita lakukan di dunia ini.. menjadi tanggung jawab masing-masing ketika kita dibangkitkan di alam akhirat nanti..

Wallahu a'lamu bishshawabi..
Hanya Allah Yang Maha Mengetahui..

Mohon mangap jika ada yang kurang berkenan di hati..
Harap maklum karena mungkin saya kurang teliti..

Udah gitu ajah status hari ini..
Semoga saya dan antum senantiasa diberkahi..

Tertanda Bapak'e Hanifah mBantul yang sekarang tinggal di Cileungsi..

2 tanggapan:

Rynoedin mengatakan...

Assalamualaikum, masih aktif ngeblog akh. Mantaap lanjutkan...

Abu Hanifah Alim mengatakan...

@Rynoedin
Wa'alaikumus salamu warahmatullah wabarakatuh..
Iseng-iseng aja akh..
Udah 3 tahun ga ngeBlog gara-gara Blog-nya digembog nih..

Posting Komentar

dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, dengan memperhatikan adab sopan santun, dan ma'af jika saya tidak menampilkan komentar anda yang hanya ingin mengajak berdebat (kecuali jika memang perlu saya tanggapi akan saya berikan tanggapan) terima kasih