Tinggal di Tanah Rantau...
Barang
kali Antum yang sedang membaca tulisan saya ini adalah seorang perantau, entah
dalam rangka bekerja mencari ma’isyah atau untuk belajar menuntut ilmu, yang datang
dari daerah jauh yang sa’at ini tinggal di negeri orang sebagai pendatang,
mungkin dari Jawa yang sedang merantau di luar Jawa, atau mungkin dari luar
Jawa yang sedang merantau di tanah Jawa, atau barang kali juga sedang merantau
di Luar Negeri atau sebaliknya,
Atau
juga mungkin seorang penduduk pribumi asli namun pernah merasakan menjadi
seorang perantau,
Atau
entah apa keadaan Antum saat ini tidak begitu penting untuk dibahas, namun yang
jelas bahwa bagi seorang perantau setidaknya di dalam hatinya ada perasan rindu
atau kangen terhadap kampung halaman yang telah ia tinggalkan, dan saya yakin
setiap perantau mempunyai perasaan demikian, sebagaimana yang saya rasakan
sendiri sa’at ini, entah mungkin hanya sekedar ingin melihat suasana kampung
halaman tanah kelahirannya, atau ingin berjumpa dengan orang-orang yang ia
cintai yang telah lama berpisah, seperti misalnya orang tua, saudara, teman akrab,
dan yang lainnya,